SLIDE POTO

Tampilkan postingan dengan label WIRID. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WIRID. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2018

AMALAN ISTIMEWA DI HARI JUM'AT

Diantara amalan yang Istimewa di hari Jum'at adalah:
Pertama:
Memperbanyak shalawat Nabi
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﻋَﻠَﻰَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﻳَﻮْﻡِ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺻَﻼَﺓَ ﺃُﻣَّﺘِﻰ ﺗُﻌْﺮَﺽُ ﻋَﻠَﻰَّ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﻳَﻮْﻡِ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ ، ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻰَّ ﺻَﻼَﺓً ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻗْﺮَﺑَﻬُﻢْ ﻣِﻨِّﻰ ﻣَﻨْﺰِﻟَﺔً
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”[HR. Al bayhaqi]
Kedua:
Memperbanyak do’a
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda,
ﻓِﻴﻪِ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻻَ ﻳُﻮَﺍﻓِﻘُﻬَﺎ ﻋَﺒْﺪٌ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ ، ﻭَﻫْﻮَ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﻳُﺼَﻠِّﻰ ، ﻳَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻋْﻄَﺎﻩُ ﺇِﻳَّﺎﻩُ
“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.


Ketiga:
Membaca Surat Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻜﻬﻒ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺃﺿﺎﺀ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﺭ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺠﻤﻌﺘﻴﻦ
“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at”[HR.Alhakim]. Dalam lafazh lainnya dikatakan,
ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺳُﻮﺭَﺓَ ﺍﻟْﻜَﻬْﻒِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﺃَﺿَﺎﺀَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺍﻟْﻌَﺘِﻴﻖِ .
“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah).”[HR.Ad Darimi]
Juga dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻜﻬﻒ ﻛﻤﺎ ﺃﻧﺰﻟﺖ ، ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻧﻮﺭﺍ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﻜﺔ ، ﻭﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻋﺸﺮ ﺁﻳﺎﺕ ﻣﻦ ﺁﺧﺮﻫﺎ ﺛﻢ ﺧﺮﺝ ﺍﻟﺪﺟﺎﻝ ﻟﻢ ﻳﺴﻠﻂ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻭﻣﻦ ﺗﻮﺿﺄ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻭﺑﺤﻤﺪﻙ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻭﺃﺗﻮﺏ ﺇﻟﻴﻚ ﻛﺘﺐ ﻓﻲ ﺭﻕ ، ﺛﻢ ﻃﺒﻊ ﺑﻄﺎﺑﻊ ﻓﻠﻢ ﻳﻜﺴﺮ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ
“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 akhir ayatnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai. Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia ucapkan: Subhanakallahumma wa bi hamdika laa ilaha illa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaik (Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat pada-Mu), maka akan dicatat baginya dikertas dan dicetak sehingga tidak akan luntur hingga hari kiamat.”[HR.Al Hakim].
Semoga Allah memberikan kita keberkahan hari Jum'at dan mendapatkan syafa'at Rasulillah 'alaihi afdholatus sholatu was salam...

Amalan Istimewa Setelah Shalat Jum'at

Ada banyak dari para jama'ah shalat Jum'at yang pulang begitu saja setelah Jumatan itu selesai, padahal (kalau tahu) sejatinys banyak faedah yang tersembunyi apabila para jama'ah melakukan wirid/amalan setelah usai melakukan shalat Jum'at. Nah, berikut akan kami tampilkan beberapa faedah yang istimewa setelah melakukan shalat Jum'at, semoga ada manfaatnya. Aamiin.
1) Dari Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Nabi 'alayhish-shalaatu was-salaam pernah bersabda: "Barang siapa setelah usai shalat Jum’at membaca:
ﺳُﺒﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ ﻭَﺑِﺤَﻤﺪِﻩِ . ‏( 100 x)
Sebanyak 100 x, maka ia akan diampuni seratus ribu dosanya, dan kedua orang tuanya diampuni dua puluh empat ribu dosanya. Masya Allah.
2) Dari asy-Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’rani rhm., bahwasanya beliau pernah berkata, “Barang siapa istiqamah membaca dua bait ini pada setiap hari Jum'at, maka Allahu ta'ala akan mengambil nyawanya dalam keadaan Islam dengan tanpa ragu. Adapun dua bait tersebut adalah:
ﺇﻟﻬﻲ ﻟﺴﺖ ﻟﻠﻔﺮﺩﻭﺱ ﺃﻫﻼ # ﻭﻻ ﺃﻗﻮﻯ ﻋﻠﻰ ﻧﺎﺭ ﺍﻟﺠﺤﻴﻢ
ﻓﻬﺐ ﻟﻲ ﺗﻮﺑﺔ، ﻭﺍﻏﻔﺮ ﺫﻧﻮﺑﻲ # ﻓﺈﻧﻚ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ
Dan sebagian ulama ada yang berpendapat, "Dua bait di atas dibaca lima kali setiap usai shalat Jum’at."
3) Dari Irak ibn Malik rhm., beliau pernah mengatakan, "Bahwasanya (dianjurkan) setiap selesai shalat Jum'at lalu berdiri pada pintu masjid dan berdo’a dengan doa berikut:
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺟَﺒْﺖُ ﺩَﻋْﻮَﺗَﻚَ، ﻭَﺣَﻀَﺮْﺕُ ﺟُﻤْﻌَﺘَﻚَ ﻭَﺻَﻠَّﻴْﺖُ ﻓَﺮِﻳْﻀَﺘَﻚَ ﻭَﺍﻧْﺘَﺸَﺮْﺕُ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻣَﺮْﺗَﻨِﻲْ ﻓَﺎﺭْﺯُﻗْﻨِﻲْ ﻣِﻦْ ﻭَﺍﺳِﻊِ ﻓَﻀْﻠِﻚَ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺯِﻗِﻴْﻦَ .
ALLAAHUMMA INNII AJABTU DA’WATAKA WAHADLORTU JUM’ATAKA WA SHOLLAITU FARIIDLOTAKA WANTASYARTU KAMAA AMARTANII FARZUQNII MIN WAASI’I FADLIKA WA ANTA KHOIRUR ROOZIQIIN
"Ya Allah aku telah memenuhi panggilanMu dan aku telah menghadiri Jum’atMu dan aku telah melaksanakan kewajiban sholat Jum’atMu dan aku sekarang pergi untuk mencari rizki seperti yang telah Engkau perintahkan aku maka berilah aku rizki dari keutamaanMu yang sangat luas dan Engkau adalah Dzat sebaik-baik pemberi rizki."
4) Di dalam kitab "Bughyah" disebutkan, "Barang siapa membaca surat al-Fatihah, al-Ikhlas dan surat al-Mu’awwidzatain masing-masing 7x setelah ia salam dari shalat Jum'at sebelum ia melipat kedua kakinya(dalam arti kakinya masih dalam posisi tasyahud akhir), maka diampunilah dosa yang telah ia jalani, diberikan pahalanya orang beriman pada Allah dan Rasul-Nya, dan dijanjikan dijauhkan dari kejelekan hingga hari Jum'at berikutnya, dalam sebuah riwayat ditambah keterangan, "Dan sebelum ia berbicara, maka dijaga baginya agamanya, dunianya, keluarganya dan anaknya dan setelah itu ia membaca doa empat kali, yaitu:
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﻳَﺎﻏَﻨِﻲُّ ﻳَﺎﺣَﻤِﻴْﺪُ ﻳَﺎﻣُﺒْﺪِﺉُ ﻳَﺎﻣُﻌِﻴْﺪُ ﻳَﺎﺭَﺣِﻴْﻢُ ﻳَﺎﻭَﺩُﻭْﺩُ ﺃَﻏْﻨِﻨِﻲْ ﺑِﺤَﻼَﻟِﻚَ ﻋَﻦْ ﺣَﺮَﺍﻣِﻚَ ﻭَﺑِﻄَﺎﻋَﺘِﻚَ ﻋَﻦْ ﻣَﻌْﺼِﻴَﺘِﻚَ ﻭَﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﻋَﻤَّﻦْ ﺳِﻮَﺍﻙَ 4×) )
ALLAAHUMMA YAA GHONIYYU YAA HAMIIDU YAA MUBDI;U YA MU’IIDU YA ROHIIMU YA WADUUDU AGHNINII BIHALAALIKA ‘AN HAROOMIKA WA BITOO’ATIKA ‘AN MA’SHIYATIKA WABIFADL;LIKA ‘AMMAN SIWAAKA (x4)
"Ya Allah wahai Dzat yang Maha kaya dan Maha mulya Dzat yang menciptakan sesuatu dari awal dan Dzat yang mengembalikannya, ya Allah wahai Dzat yang Maha pengasih lagi Maha penyayang berikanlah aku kekayaan dari rizkiMu yang halal sehingga aku terhindar dari rizki yang harom dan gampangkanlah aku melakukan ketaatanMu sehingga aku menjauhi hal-hal yang Engkau haromkan, dan jadikanlah kami hanya mengharap karuniaMu sehingga aku terhindar dari mengharap karunia dari selain Engkau." Wallahu A'lam . .

Talqin Dzikir dipimpin oleh Habib Abu Bakar

Tahun 1937 AlHabib Abubakar bin Muhammad Assegaf datang ke Kwitang untuk menghadiri Maulid Akhir Khamis Awal Ashar yang di selenggarakan di Masjid Kwitang oleh AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi
Di kala Acara akan di sudahi AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi meminta AlHabib Abubakar untuk memimpin Talqinudzikir,saat itu Habib Ali berkata kepada yang hadir
" Kita akan dengar dan ikuti Talqinudzikir yang mana di mohon kepada seorang yang sama sama kita cintai AlHabib Abu Bakar dari kota Gresik ( Habib Ali menahan pembicaraannya terdengar suara tangis beliau sambil meneruskan bicaranya beliau berkata ) Hadirin Lihat lah beliau punya Wajah,wajah yang nampak akan Nur ..... Cahaya Rosululloh ........... beruntung bagi kita atas kehadirannya "
Lalu Habib Abu Bakar berdiri dan Habib Ali berdiri di sampingnya dan Habib Abu Bakar memulai Talqinud Dzikir dengan perkataan
" Orang Islam Hidup dengan kalimat La Ilahaillalloh ......... Mati dengan kalimat La Ilahaillalloh ....... selamat di barzah berkat La ilahailalloh ......... masuk Surga karna La ilahailalloh ......... "
Habib Ali Kwitang menangis begitu juga Jamaah yang hadir beribu ribu jumlahnya, akhirnya Habib Abu Bakar dengan mengangkat tanganya bekata dengan mengeluarkan jari telunjuknya
" Qolan Nabiyu Sholollohu alaihi was salama
Afdholu ma qultu ana wan Nabiyuna min Qobli ...... La Ilahailalloh ........ ( Gemuruh suara Jamaah memecahkan suasana pada waktu itu,sebanyak tiga kali Kalimat La ilahailalloh di kumandangkan oleh Habib Abubakar di akhiri dengan Kalimat Muhammadurrosul
ulloh SAW )
Kalimatul Haq alaiha nahya wa alaihi nub astu insyaalloha taala minal aminina Amiin
Lalu Habib Abubakar berkata lagi
" Ikuti apa yang saya ucapkan bersama sama laki perempuan jangan ada yang terlewat untuk ikut mengucapkannya
La ilahailalloh ..... Al maujud fii kuli Zaman
La ilahailalloh ...... Al Ma'bud fii kuli makan
La ilahailalloh ........ Al Madzkur fii kuli lisan
La ilahailalloh ......... Al Ma'ruf bil ikhsan
La ilahailalloh ..... kulla yaumin Huwa fii san
La ilahailalloh ........ Al Aman Al Aman
Min Zawalil iimaan ...... wamin fitnatis Saithon
Ya Qhodimal Ikhsan ..... Kamlaka alaina min ikhsan
Ikhsanukal Qodiim ...... Ya Hanan Ya manan
Ya Rohim ya Rohman .....Ya Ghofur ya Goffar
Ighfirlana warhamna ...... wa anta Khoirur Rokhimin
Was Sholullohu ....... Ala Sayidina ...... Muhammadin ....... Wa alihi ..... was Shohbihi was salam
Qabul insyaalloh..

Istighfar | Astaghfirullaaha lilmu'miniina wal-mu'minaat

Salah satu istighfar yang dibaca para waliallah.
ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭ ﻣﺆﻣﻨﺎﺕ
Astaghfirullaaha lilmu'miniina wal-mu'minaat. (dibaca setiap harinya 27x)
Artinya : Aku memohon ampun kepada Allah untuk mukmin dan mukminat.
ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺳﺒﻌﺎ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻣﺮﺓ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﺘﺠﺎﺏ ﻟﻬﻢ ﻭﻳﺮﺯﻕ ﺑﻬﻢ ﺍﻫﻞ ﺍﻻﺭﺽ
Dari Abu Darda' ra. Nabi Muhammad saww. berkata : "Manistaghfara lilmu'miniina wal-mu'minaati kulla yaumin sab'an wa 'isyriina marotan kaana minal-ladziina yustajaabu lahum wa yurzaqu bihim ahlul-ardhi.
Artinya : Barangsiapa membacakan istighfar untuk mukmin dan mukminat sebanyak dua puluh tujuh kali di setiap hari, maka ia termasuk golongan mereka yang terkabul doanya dan mereka yang menjadi jaminan rizki Allah dari para penghuni bumi.". (HR. Ath-Thabaraniy)
ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺑﻜﻞ ﻣﺆﻣﻦ ﻭ ﻣﺆﻣﻨﺔ ﺣﺴﻨﺔ
Dari Ubadah bin Smamit ra. Nabi Muhammad saww. bersabda : "Manistaghfara lilmu'miniina wal-mu'minaati kataballaahu lahu bikulli mu'minin wa mu'minatin hasanatan.
Artinya : Barangsiapa membacakan istighfar untuk mukmin dan mukminat, maka Allah mencatat satu kebajikan untuknya pada setiap seorang mukmin dan mukminat. (HR. Ath Thabarani)
Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad di dalam kitabnya An-Nashaih Ad-Diniyah Wal-Washaya Al-Imaniyah mengatakan beristighfar untuk mukmin dan mukminat sebanyak 27x termasuk sifat-sifat/kebiasan dzikirnya para Wali.

DZIKIR DIBACA TIAP HARI

Ada tiga jenis dzikir yang jika seorang mukmin membacanya setiap hari ( dengan istiqomah ) masing masing sebanyak 116x maka Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam akan berkepentingan untuk hadir saat pencabutan nyawanya ( sakaratul maut )
Pertama :
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ ﺣﻴﻠﺘﻲ ﺍﺩﺭﻛﻨﻲ 116 x
Assalatu was salamu alaika ya Sayyidi Ya Rasulallah qallat hiilaty adrikni
Kedua :
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ 116x
Assalamu alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh.
Ketiga :
ﺍﻧﺎﻓﻲ ﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Ana fi jaahi Rasulillah shalallahu alaihi wa alihi wa sallam .
Hal ini disebutkan oleh Al Allamah Al Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith Madinah Al Munawwarah dalam kitab Annujumus Zahirah.

Ratib Al Hadad dan Ratib Al Attos

Dalam satu riwayat: tidak ada sebuah rumah yang di bacakan Ratib pada malam hari,terkecuali ALLAH SWT menjaga rumah tersebut dari segala bahaya ,hingga malam berikutnya.
Disamping itu pula tertera di dalam kitab WIRDUL IMAM AL ‘ALLAMATUD DUNYA bahwa sebagian ‘ulama salaf berkata, khasiat Ratib antara lain:
Memanjangkan umur
Menyebabkan Husnul Khotimah bagi mereka yang mendawamkan ratibul haddad ini
Merupakan penjagaan dari segala bencana ,baik di daratan maupun di lautan serta di udara
Sangat di anjurkan ,membacanya di tempat sepi ,menghadap kiblat seta dalam keadaan wudhu lantas menyebutkan hajatnya,Insya allah akan di kabulkan apa yang diinginkan
Terhindar bathin kita sifat kemunafikan & tindakan dzolim
Memperoleh kemudahan dalam menyelesaikan persoalan dunia dan akherat terjaga di dalam segala hal ihwal nya serta hartanya dan ia akan tertolong dalam menghadapi musuh -musuh nya
Apabila sebuah rumah di bacakan Ratib maka 40 rumah di sekitarnya pun akan terjaga dari bencana kebakaran dan kecurian
Barang siapa yang membaca ratib ,ia tidak akan terkena serangan sihir umpama ia terkena sihir maka sihir tersebut akan musnah serta luntur darinya
Memperoleh rezeki yang melimpah dan halal
Mendapatkan ketenangan hidup
Alkisah,ada seoarang yang menderita penyakit keras,datang berkunjung pada Habib Abdullah Al -Haddad ra.(pengarang Ratibul Haddad) mengadukan sakit yang dideritanya itu kepada beliau.Habib Abdullah Al-Haddad ra. lantas berkata kepadanya : umur kamu hanya tersisa sedikit lagi,tetapi bacalah olehmu Ratibul At-Thas karena ratib tersebut memanjangkan umur.
Ternyata setelah melaksanakan perintah tersebut usia nya bertambah panjang bahkan ia mempunyai zuriat (anak keturunan)maasy
a allah.
Dan yang terpenting ratib ini merupakan slah satu saran ibadah serta alternatib terbaik didalam perjalanan ritual menuju keridhoan allah swt.Oleh karena itu ratib ini juga terkenal dengan sebutan ” AZIZUL MANAL WA FAT HU BAABIL WHISOL”

Sabtu, 07 Januari 2017

KEUTAMAAN DAN MANFAAT WIRID



Mutiara kalam : Guru Mulia Al-Musnid Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz - Agustus 17, 2015.
Oleh : Al-'Allamah Ad-Da'ilallah Al-Habib Ahmad bin Novel bin Al-Muhaddits Al-Habib Salin Jindan.

Dalam setiap keadaan, manusia pasti membutuhkan tobat. Tidak ada seorang pun yang terlepas dari kebutuhan untuk bertobat, meskipun ia seorang yang Nabi yang ma’shum (terlindung dari perbuatan dosa), apalagi selainnya. Karena itulah para Malaikat, para Nabi dan Rasul, serta kaum Shiddiqin yang terjaga dari perbuatan dosa, mereka senantiasa memohon ampun (istighfar) dan bertobat kepada Allah.

Jika demikian adanya, maka orang-orang yang suka mencampuradukkan kebaikan dan keburukan, yang suka bermaksiat dengan melakukan berbagai perbuatan dosa seperti kita ini, seharusnya lebih membutuhkan dan lebih wajib untuk bertobat. Oleh karena itu, jika memperoleh kemudahan, kita harus segera menyusul manusia-manusia terbaik tersebut. Dan hal ini dapat dilaksanakan jika kita senantiasa mau meneliti niat, perbuatan maupun ucapan kita. Jika kita mampu memperbaiki dan meluruskan ketiga hal tersebut, maka kita akan memperoleh waridat yang indah.
Waridat yang kita peroleh adalah sesuai dengan amal yang kita kerjakan. Karena itulah, orang-orang yang memiliki waridat tersebut menyatakan bahwa waridat yang tiba ke dalam hati adalah sesuai dengan macam wirid yang kita amalkan. Jika kita melakukan hal-hal yang baik, maka kita juga akan memperoleh hal yang baik. Wirid merupakan tubuh waridat. Sebagaimana ruh tidak akan masuk ke dalam jasad janin yang berada di perut ibu, kecuali setelah sempurnanya jasad tersebut, maka waridat juga tidak akan tiba di hati seorang hamba sebelum tubuhnya dihias dengan berbagai wirid. Oleh karena itu, orang-orang yang mengabaikan dan meremehkan wirid, mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh, lalai dan sangat lemah pemahamannya.
Orang-orang yang berjalan menuju Allah memiliki perhatian, semangat dan ketekunan dalam membaca berbagai wirid. Mereka menikmati wirid-wirid tersebut. Inilah tanda kesungguhan mereka di dalam berjalan menuju Allah dan kemampuan pemahaman mereka yang besar. Barang siapa memahami kedudukan wirid, maka ia akan menaruh perhatian yang besar terhadap berbagai macam wirid dan dzikir. Sehingga perjalanannya menuju Allah berlangsung dengan baik dan ia akan senantiasa memperoleh limpahan karuria-Nya.

Adapun seseorang yang berada di dalam kebodohan, sedikit pun ia tidak akan menaruh perhatian terhadap berbagai macam wirid tersebut. Dan seandainya ia membaca salah satu wirid itu, maka ringan baginya untuk meninggalkannya. Jika salah satu wirid yang ia baca terlewatkan karena suatu sebab, maka ia tidak akan pernah merasa kehilangan maupun merindukannya. Ini merupakan tanda kebodohannya.
Seseorang yang demikian keadaannya, sebenarnya ia tidak berjalan menuju Allah Ta’ala.
Oleh karena itu, kalian pasti akan melihat keutamaan dan manfaat nyata yang akan diperoleh mereka yang suka membaca wirid, di dunia ini sebelum di Akhirat nanti. Kalian akan melihat perbedaan yang sangat besar antara orang-orang yang mengisi hari-hari mereka di tempat seperti ini dengan membaca, memuliakan dan mengagungkan wirid — ikut membaca wirid sebelum dan setelah subuh, sebelum dan setelah shalat dhuhur, dzikir sebelum shalat ashar, doa ketika berjabat tangan selepas shalat ashar dan wirid setelah ashar dengan hati yang khusyuk — dengan orang-orang yang mengabaikan berbagai macam wirid tersebut. Di antara mereka pasti tampak perbedaan yang sangat besar yang akan tampak dalam perjalanan kehidupan mereka di dunia maupun di Akhirat. Kedua kelompok manusia ini tidak dapat disamakan.
Orang yang memiliki ikatan hati dengan kaum sholihin tidak mungkin dapat disamakan dengan orang yang tidak memiliki ikatan hati dengan mereka.
yang menyandang akhlak mulia tidak mungkin dapat disamakan dengan mereka yang tidak menyandangnya. Orang yang beramal tidak mungkin dapat disamakan dengan orang yang tidak beramal. Bagaimana mungkin keduanya dapat disamakan. Allah Ta’ala mewahyukan:

ﺍﻡ ﺣﺴﺐ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﺟﺘﺮﺣﻮﺍ ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ ﺍﻥ ﻧﺠﻌﻠﻬﻢ ﻛﺎﻟﺬﻳﻦ ﺀﺍﻣﻨﻮﺍ ﻭﻋﻤﻠﻮﺍﺍﻟﺼﻠﺤﺖ ﺳﻮﺍﺀ ﻣﺤﻴﺎﻫﻢ ﻭﻣﻤﺎﺗﻬﻢ ﺳﺎﺀ ﻣﺎ ﻳﺤﻜﻤﻮﻥ ‏( 21

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? amat buruklah apa yang mereka sangka itu.” (Al-Jatsiah, 45:21)

Dapatkah disamakan seseorang yang ketika turun hujan rahmat hatinya khusyuk (ingat kepada Allah) dengan seseorang yang lalai? Apakah keduanya dapat disamakan? Yang satu hatinya selalu berhubungan dengan Allah sedangkan yang lain hatinya putus hubungan dengan-Nya. Yang satu menghadapkan diri kepada Allah sedangkan yang lain berpaling dari-Nya. Keduanya tidak mungkin dapat disamakan. Sudah menjadi ketentuan Allah di alam semesta, kedua jenis manusia ini tidak mungkin dapat disamakan. Tidaklah sama kegelapan dengan cayaha, orang yang normal penglihatannya dengan tuna netra, dan yang hidup dengan yang mati, meskipun semuanya adalah makhluk Allah. Karena itu, jika kalian perhatikan, orang-orang yang bertobat senantiasa menekuni berbagai wirid dan dzikir. Mereka akan banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah. Rasulullah saw bersabda:

ﻃﻮﺑﻰ ﻟﻤﻦ ﻭﺟﺪ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﻔﺘﻪ ﺍﺳﺘﻐﻔﺎﺭﺍ ﻛﺜﻴﺮﺍ
. (HR Ibnu Majah)

‘Sungguh beruntung seseorang yang mendapati istighfar yang banyak dalam buku catatan amalnya

Setelah Rasulullah saw menyatakan mereka sebagai seorang yang sangat beruntung, maka mereka akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Wirid itu adlah Ayat-ayat Al-Quran, doa atau dzikir yang dibaca pada waktu-waktu tertentu setiap harinya.

Waridat: Bentuk jamak dan warid; yaitu limpahan pengetahuan dan petunjuk yang datang dari Allah. Dalam majelis dzikir, ahli dzikir dan pendengarnya bisa memperoleh curahan pengetahuan dan petunjuk dari Allah. Pengaruh warid bergantung pada kesiapan dan kemampuan orang untuk menerimanya. Sebuah warid dapat menyebabkan seseorang mengalami ghaibah dan menjadi majnun (dimabuk cinta). Para wali Allah yang memiliki kekuatan dan kapasitas hati yang besar dapat menerima waridat secara tetap tanpa memperlihatkan perubahan lahiriah sama sekali.

* Al-Imam Al-Quthbul Aqhtab Al-Habib Abdullah bin ‘Alwi Al-Haddad R.A berkata : Ketahuilah, bahwa wirid mempunyai pengaruh yang amal kuat untuk menerangi kalbu dan mengendalikan anggota tubuh. Akan tetapi, ia tidak akan efektif kecuali setelah diamalkan secara berulang-ulang dan terus menerus di waktu-waktu tertentu. Jika engkau tidak termasuk orang-orang yang melewatkan seluruh siang dan malam dalam tugas-tugas kebaikan dan amal-amal khair. maka paling sedikit engkau harus mengamalkan beberapa wirid secara teratur pada waktu-waktu tertentu, jika pada suatu saat, dan karena suatu alasan, engkau tidak mengerjakannya, maka hendaknya engkau segera mengganti (meng-qadha’) wirid tersebut di waktu lain, agar nafsumu terbiasa dengan berbagai wirid tersebut.

* Al-Imam Al-Quthb As-Syekhul-Kabir Al-Habib Abdurrahman bin Imam Muhammad Assegaf R.A berkata : barang siapa yang tidak mempunyai wirid, maka ia seperti monyet.

- Shallallah'ala sayyidina Muhammad -

Kamis, 29 Desember 2016

Habib Ali bin Abu Bakar As-Sakran dan Wirid As-Sakran

Beliau adalah Sayyidina Al Imam 'Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-'Uraidhi bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Muhammad SAW


Beliau digelari dengan As-Sakran (mabuk) , karena beliau mabuk dengan cintanya kepada Allah swt.


Waliyullah Abu Bakar al-sakran dikarunia lima orang anak laki, yaitu: Muhammad al-akbar, Hasan, Abdullah, Ali, dan Ahmad. Dari ketiga anaknya yang bernama Abdullah, Ali dan Ahmad menurunkan keluarga al-Aydrus, Syahabuddin, al-Masyhur, al-Hadi, al-Wahath, al-Munawar.


Beliau adalah seorang wali Allah yang mempunyai berbagai macam karamah yang luar biasa. Beliau berasal dari keturunan Al-Ba’alawi. Sebahagian dari karamahnya pernah diceritakan bahawasanya pernah ada dua orang yang datang ke kota Tarim (Hadhramaut) dengan maksud mengunjungi setiap orang terkemuka dari keluarga Al-Ba’alawi yang berada di kota tersebut.
Setibanya di suatu masjid jami’ keduanya dapati Syeikh Abu Bakar sedang bersolat di masjid tersebut. Setelah solat Jumaat selesai keduanya menunggu keluarnya Syeikh Abu Bakar dari masjid. Namun beliau tetap duduk beribadat dalam masjid sampai hampir matahari terbenam. Kedua orang itu merasa lapar, tapi keduanya tidak berani beranjak dari masjid sebelum bertemu dengan Syeikh Abu Bakar


Tidak lama kemudian, Syeikh Abu Bakar Asseggaf menoleh kepada mereka berdua sambil berkata: “Ambillah apa yang ada dalam baju ini”.


Keduanya mendapati dalam baju Syeikh itu sepotong roti panas. Roti tersebut cukup mengenyangkan perut kedua orang tersebut. Bahkan masih ada sisanya. Kemudian sisa roti itu barulah dimakan oleh Syeikh Abu Bakar


Ada seorang diceritakan telah meminang seorang gadis. Syeikh Abu Bakar ketika mendengar berita tersebut telah memberikan komentarnya: “Pemuda itu tidak akan mengahwini gadis itu, ia akan kahwin dengan ibu gadis tersebut”.


Apa yang diceritakan oleh Syeikh Abu Bakar ersebut ternyata benar, kerana tidak lama kemudian ibu gadis itu diceraikan oleh suaminya. Kemudian pemuda itu membatalkan niatuntuk mengahwini gadis tersebut. Bahkan sebagai gantinya ia meminang ibu gadis tersebut.


Diceritakan pula bahwa ada serombongan tetamu yang berkunjung di Kota Tarim tempat kediaman Syeikh Abu Bakar Asseggaf. Tetamu itu tergerak di hatinya masing-masing ingin makan bubur gandum dan daging. Tepat waktu rombongan tetamu itu masuk ke rumah Syeikh Abu Bakar, beliau segera menjamu bubur gandum yang dimasak dengan daging.


Kemudian sebahagian dari rombongan tersebut ada yang berkata: “Kami ingin minum air hujan”.


Syeikh Abu Bakar berkata kepada pembantunya: “Ambillah bejana itu dan penuhilah dengan air yang ada di mata air keluarga Bahsin”.


Pelayan itu segera keluar membawa bejana untuk mengambil air yang dimaksud oleh saudagarnya. Ternyata air yang diambil ari mata air keluarga Bahsin itu rasanya tawar seperti air hujan.

Pernah diceritakan bahawasanya ada seorang Qadhi dari keluarga Baya’qub yang mengumpat Syeikh Abu Bakar Asseggaf. Ketika Syeikh Abu Bakar mendengar umpatan itu, beliau hanya berkata: “Insya-Allah Qadhi Baya’qub itu akan buta kedua matanya dan rumahnya akan dirampas jika ia telah meninggal dunia”.

Apa yang dikatakan oleh Syeikh Abu Bakar tersebut terlaksana sama seperti yang dikatakan.

Ada seorang penguasa yang merampas harta kekayaan seorang pelayan dari keluarga Bani Syawiah. Pelayan itu minta tolong kepada Syeikh Abu Bakar Asseggaf. Pada keesokkan harinya penguasa tersebut tiba-tiba datang kepada pelayan itu dengan mengembalikan semua harta kekayaannya yang dirampas dan dia pun meminta maaf atas segala kesalahannya.


Penguasa itu bercerita: “Alu telah didatangi oleh seorang yang sifatnya demikian, demikian, sambil mengancamku jika aku tidak mengembalikan barangmu yang kurampas ini”.


Segala sifat yang disebutkan oleh penguasa tersebut sama seperti yang terdapat pada diri Syeikh Abu Bakar.


Diceritakan pula oleh sebagian kawannya bahawasanya pernah ada seorang ketika dalam suatu perjalanan di padang pasir bersama keluarganya tiba-tiba ia merasa haus tidak mendapatkan air. Sampai hampir mati rasanya mencari air untuk diminum. Akhirnya ia teringat pada Syeikh Abu Bakar Asseggaf dan menyebut namanya minta pertolongan.


Waktu orang itu tertidur ia bermimpi melihat seorang penunggang kuda berkata padanya: “Telah kami dengar permintaan tolongmu, apakah kamu mengira kami akan mengabaikan kamu?”

Waktu orang itu terbangun dari tidurnya, ia dapati ada seorang Badwi sedang membawa tempat air berdiri di depannya. Badwi itu memberinya minum sampai puas dan menunjukkannya jalan keluar hingga dapat selamat sampai ke tempat tujuan.

Waliyullah Al Imam 'Ali bin Abu bakar al-sakran wafat di Tarim tahun 821 Hijriyah.


TERJEMAHAN :

Terjemahan doa Al Imam Al Hafidh Al Musnid 'Ali bin Abu bakar Assakran bin Al Hafidh Al Musnid Al Imam Abdurrahman Assegaf


Wahai Allah Aku berlindung dan membentengi diriku dengan Pemeliharaan Allah, yg panjangnya menurut kehendak Allah (tiada terbatas panjangnya, sepanjang usia, makanan, minuman, ucapan, panca indra, perasaan dll pd diriku),

Kuncinya adalah Laa ilaaha illallah (sebagaimana benteng mestilah memiliki kunci yg kuat, dan kunci benteng pagar Allah ini adalah kekuatan Laa ilaaha illallah),dan Gerbangnya adalah Muhammad Rasulullah saw (setiap musuh yg akan menyerang akan berhadapan dengan Rasulullah saw, maka jadilah musuhku adalah musuh Nabi saw),atapnya adalah Laa haula wala quwwata illa billah (atap adalah yg menaungi dari panas dan hujan, dan atap dalam doa ini yg dimaksud adalah takdir yg akan turun kepada ku, kupayungi dg : Tiada daya dan Upaya terkecuali dengan kekuatan Allah”),
membentengiku dari….(surat Al fatihah),


Terjagalah.., demi ayat… (ayatulkursiy),


Kami memohon perlindungan sebagaimana para malaikat membentengi Madinah sang Nabi saw,
perlindungan yg tak membutuhkan parit dan dinding,
dari segala ketentuan yg tak menguntungkan,
ancaman segala yg mengancam, dan dari segala kejahatan,
Kami berlindung kepada Allah.., Kami berlindung kepada Allah.., Kami berlindung kepada Allah..,
dari musuh musuh kami dan musuh musuh Allah,
(perlindungan yg segera turun langsung) dari kaki Arsy Allah kepada hamparan Bumi Allah, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah,

Perbuatan Nya (swt) tak akan terhalangi, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah,

Penjagaan Nya (swt) tak akan bisa ditembus, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah,

Wahai Allah jika ada seseorang yg menghendaki atasku kejahatan dari golongan Jin, manusia dan binatang buas, dan dari segenap makhluk lainnya, dari golongan manusia, syaitan, penguasa, atau godaan ancaman lainnya, maka tolaklah pandangan mereka tertunduk,
dan jiwa mereka dalam kerisauan,
dan kedua tangan mereka dg kesialan dan kerugian (ketika akan mencelakakanku),
dan pendamkan mereka dari kaki hingga kepalanya (dalam kelemahan dan kegagalan dalam mencelakakanku), (dimanapun mereka berada) apakah di lembah yg sedang mereka lewati, atau digunung yg sedang mereka daki, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah.


Imam 'Ali bin Abu bakar Assakran membuat doa ini untuk mendoakan seluruh musuh musuhnya agar tak berdaya mencelakai, dan ketika mereka menyerang maka mereka berhadapan dng pintu benteng, yaitu Nabi Muhammad saw sebagai pintu rahmat Nya swt.



Sebelum baca dzikir ini telebih dahulu kirim fatihah kepada:
1. Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat.
2. Shohibul wirdussakron

Wallahu a’lam bish-showab



Di bawah ini wirid as-sakron.
Dzikir Penangkal Gangguan orang jahat, santet serta jin/syaitan

.