SLIDE POTO

Tampilkan postingan dengan label TASAWWUF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASAWWUF. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2017

AKIBAT DARI KESOMBONGAN

*LAYAK DIBACA & DIRENUNGKAN.*
KESOMBONGAN.

Seorang lelaki kaya nan sombong berjalan di keramaian pasar. Seorang wanita paruh baya penjual minyak samin, dengan kendi di atas kepala sambil membawa ember ditangan kanan, melintas di hadapannya.

Lelaki itu bertanya : "Wahai wanita, dagangan apa yang engkau bawa ?"
Yang ditanya menjawab : " minyak samin tuan " .
"Coba aku pingin lihat " lelaki itu berkata dengan nada suara datar.
Susah payah wanita paruh baya itu menaruh ember yang ia bawa lalu berusaha menurunkan kendi dan ...
"Tes .. tes " Gemetar tangan si wanita membuat kendi berguncang, sedikit minyak samin tumpah , menetes mengenai baju lelaki it.
Seketika Amarah lelaki itu meledak tanpa belas kasihan ia menghardik wanita malang penjual minyak samin :
"Aku tidak terima, kau harus membayar bajuku yang engkau kotori ini "
" Maaf tuan, saya tidak sengaja, maafkanlah saya" memelas wanita itu bersimpuh menghiba.
"Enak saja, tidak bisa! ayo bayar bajuku ini " bertambah tinggi suara amarah lelaki itu.
Tak berdaya dengan suara lirih wanita malang itu memberanikan diri bertanya :
"Memangnya berapa harga baju tuan ini ?"
"Baju ini harganya 1000 dinar .. ayo bayar !!!"
Kaget sekali wanita itu, ia menghiba "Dari mana uang sebanyak itu tuan? sy ini wanita miskin "
Emosi dan kesombongan lelaki itu memuncak :
"Aaah, saya tidak mau tau itu. Baju yang kau kotori ini harus kau bayar"
Pemandangan menyedihkan ini menyebabkan terhentinya langkah seorang lelaki muda. Ia lalu berdiri disisi wanita malang itu sambil berkata :
"Ini uang 1000 dinar, biar baju tuan yang mulia ini saya bayar " ia mengeluarkan kantung uang dari saku bajunya dan memberikannya pada lelaki jumawa yang lalu menerima dan menghitung uang 1000 dinar dengan mata berbinar.

Wanita itu berterimakasih berkali2 pada lelaki muda dewa penolongnya itu.
Merasa uang yang ia inginkan sudah diperoleh laki2 sombong itu hendak melangkah pergi.
"Eeh nanti dulu " hardik lelaki muda itu.
"Ada apa lagi ?" balasnya ketus
Dengan tenang lelaki muda itu berkata : "Kan sudah saya bayar bajumu itu, sini berikan baju itu padaku, itu baju milikku "
Terbelalak mata lelaki sombong itu berkata : "Lha jadi saya berjalan di pasar ini telanjang bulat "

Ketus lelaki muda menjawab: " itu bukan urusan saya, bawa sini sy sudah bayar 1000 dinar. itu baju milik saya "
Orang2 yang sedari tadi berkerumun dan geram dengan kelakuan si lelaki sombong rame2 berteriak : "Ayo buka bajunya "
"Serahkan bajunya, itu bukan milikmu "

Merasa terpojok dengan suara memelas si sombong menundukkan kepala berkata pada lelaki muda : " ini ambil kembali uangmu ini. Aku tidak jadi menjual bajuku ini "

Laki2 muda berkata : "Siapa bilang saya mau menjual baju itu? sy tidak ingin menjualnya, sini ... serahkan bajuku "
Pucat pasi wajah si lelaki sombong, ia menghiba : "Tolonglah, jual kembali baju ini padaku "

Setelah memohon berkali2 akhirnya laki2 muda itu berkata : "Baiklah, tapi karena baju itu milikku. Aku tidak akan menjualnya kecuali dengan harga 2000 dinar "

Pahit dirasa ludah yang terpaksa ditelan laki2 sombong itu demi mendengar omongan ini.

Dengan wajah yang tetap menunduk ia lalu merogoh koceknya 2000 dinar. Menyerahkannya pada lelaki muda dan secepatnya berlalu pergi diiringi riuh rendah suara sorakan orang2 di pasar itu.

Laki2 muda itu lalu mengulurkan uang 2000 dinar itu pada wanita penjual minyak samin yang sedari tadi masih terduduk bersimpuh di dekatnya.
"Ibu, ini hadiah dariku untukmu "
Saudaraku, ingatlah selalu, Siapa yang merendah, ALLAH akan meninggikannya, siapa yang sombong, ALLAH akan merendah kannya di dunia ini dan juga di akhirat nanti.
*Salam kopie pahiet,hidup nikmat.*


Rabu, 04 Januari 2017

DIANTARA ADAB SETELAH MAKAN

ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ : ﺃﺫﻳﺒﻮﺍ ﻃﻌﺎﻣﻜﻢ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻻ ﺗﻨﺎﻣﻮﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺘﻘﺴﻮ ﻗﻠﻮﺑﻜﻢ .
ﻭﺃﻗﻞ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺃﺭﺑﻊ ﺭﻛﻌﺎﺕ ﺃﻭ ﻳﺴﺒﺢ ﻣﺎﺋﺔ ﺗﺴﺒﻴﺤﺔ ﺃﻭ ﻳﻘﺮﺃ ﺟﺰﺀﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻋﻘﺐ ﺃﻛﻠﻪ .
ﻓﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﺳﻔﻴﺎﻥ ﺍﻟﺜﻮﺭﻱ ﺇﺫﺍ ﺷﺒﻊ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﺣﻴﺎﻫﺎ، ﻭﺇﺫﺍ ﺷﺒﻊ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻭﺍﺻﻠﻪ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺬﻛﺮ
‏( ﺇﺣﻴﺎﺀ ﻋﻠﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ٣ / ٨٤ )
Di dalam hadits :
"Hancurkan (iringi proses) makanan kalian dengan dzikir dan sholat, jangan kalian tidur atas makanan (perasaan kenyang) hal itu akan membuat kerasnya hati".
(Hal ini sebagai wujud syukur terhadap nikmat makanan)
Paling sedikitnya hal itu adalah dengan sholat 4 rakaat, atau membaca kalimat tasbih 100 kali, atau membaca al qur'an 1 juz, Selepas makan.
Dahulu imam Sufyan atsauriy apabila merasa kenyang di malam hari, maka beliau menghidupkan malam itu dengan bermacam ibadah.
Dan apabila merasa kenyang di pagi hari, maka beliau menyambungnya dengan memperbanyak sholat dan dzikir.
(Ihya ulumuddin juz 3 halaman 84)
semoga kita dapat bersyukur atas segala nikmat dari Allah SWT
.

Selasa, 03 Januari 2017

CARA RASULULLAH SAW BERSHODAQOH

ISTAMI‘UU HADZIHIL QISHOH,YA IKHWANI Dengarkanlah kisah ini, karena ini adalah kisah yang sangat menarik yang pernah engkau dengarkan.” Kira-kira begitu apa yang di sampaikan oleh Sayyidil-Habib Umar ibn Hafidz sebelum memulai menceritakan kisah berikut ini. Ayyuhal-ikhwan, mari sama-sama kita simak kisah berikut dan ceritakanlah kembali kepada keluarga atau pun anak-anak kita, semoga lantaran membaca dan menceritakannya dapat juga membawa keberkahan bagi diri kita semuanya. Aamiin ya Rabbal-‘Aalamiin. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah diberikan hadiah oleh salah seorang dengan sebuah ‏( ﻋَﺒَﺎﺀَﺓْ ‏) atau Jubah. Kemudian, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyuruh Sayyidatuna Aisyah untuk menyimpannya. (Jubah itu diberikan kepada Sayyidatuna Aisyah, lalu dilempitnya dan disimpan ke dalam suatu tempat). Tiba-tiba, setelah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyuruh Sayyidatuna Aisyah untuk menyimpan jubah tersebut, maka datanglah seseorang yang mengetuk pintu rumah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan rupanya orang yang mengetuk-ngetuk itu adalah seorang peminta-minta atau pengemis. Maka, pengemis itu meminta kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam sedekah. Maka ketika itu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Sayyidatuna Aisyah, “Ya Aisyah adakah yang bisa disedekahkan? Gandum ada tidak?” Lalu Sayyidatuna Aisyah pun berkata, “Ya Rasulullah, walau dzarrah ma wajadda li-dzaalik.. Ya Rasulullah, meski sebiji pun tak ada gandum dirumahmu ini.” (Inilah keadaan saat itu di rumahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam di mana selama 3 hari tak ada apa pun yang bisa untuk dimakan). Kemudian, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengatakan lagi kepada Sayyidatuna Aisyah, “Coba Aisyah perlihatkan jubah yang baru dihadiahkan tadi.” Maka Sayyidatuna Aisyah menghaturkan jubah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam tersebut. Dan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pun melipatnya, dimasukkan ke dalam tempatnya yang semula tadi, lalu jubah itu diberikan kepada pengemis tersebut. Masya Allah .
Maka kemudian, pengemis tersebut pun merasa bangga sekali. (Bahagianya bukan main). Dan pengemis itu bersegera menuju ke pasar, lalu ia mengatakan (sambil berteriak-teriak), “Man-yasytari ‘abaa‘atan Rasulillah? (Wahai, penduduk pasar) Siapa yang ingin membeli jubanya Rasulullah?” Maka seketika itu orang-orang yang ada dipasar berkumpul menemui pengemis tadi dan menanyakan, “Berapa harga? Ini berapa harganya? Jubanya Rasulullah ini berapa harganya?” (Masya Allah, pengemis tadi yang tidak punya apa-apa, uang pun tidak ada, lalu ia memberanikan diri untuk menjual jubahnya Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang baru saja ia dapati). Kemudian, jubah itu pun ditawar-tawar oleh penduduk pasar, bahkan para Sahabat Nabi pun berkeinginan untuk memiliki jubah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam tersebut .
Hingga pada suatu saat, ada seorang yang buta matanya (A‘ma) mendengarkan orang yang menjual jubahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Lalu orang yang buta tadi mengatakan kepada pelayannya (Ghulam atau Budak laki-lakinya), “Idzhab wa-hdhur al-‘abaa’ah mahmaa ghalaa tsamanuha? Berangkat engkau ke orang itu dan engkau hadirkan jubah itu di hadapanku, dan beli-lah meski hargnya semahal apa pun?” Masya Allah Tabarakallah. (Kata orang buta tadi, “Engkau harus beli pokoknya, hatta ruhmu yang engkau tebus tetap harus kau beli, sebab ini jubahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam) Dan orang yang buta tadi mengatakan lagi kepada pelayannya tersebut, “Wahai budakku, kalau engkau mampu membelinya maka engkau pun akan aku merdekakan di jalan Allah.” (Budaknya tentu senang sekali, apabila dapat dimerdekakan lantaran hanya dengan mampu membeli jubahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ‏). Singkat cerita, budak orang yang buta tadi pun berangkat menemui penjual jubahnya Rasulullah, lalu budak itu mengatakan kepada si penjual tersebut, “Ini aku punya majikan mau beli jubahya Rasulullah, berapa pun harganya pasti aku akan beli.” Maka ditawar-tawar dan akhirnya jubah tersebut dapat dibeli oleh budaknya orang yang buta tadi. Dan setelah itu, jubah tersebut dihadirkan kepada majikannya yang buta, maka kemudian majikannya yang buta itu memegang jubah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang ada di hadapannya sambil seraya mengatakan, “Ya Rabb, bi haqqi Rasulillah shallallâhu ‘alaihi wa sallam wa barakati ‘abaa’atihi-thaahirah baina yadayya a‘id ilayya bashari? Ya Allah, kembalikanlah pandanganku ini dengan kemulian jubahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam Kata majikan yang buta tadi, “A‘id ilayya bashari? Kembalikanlah pandanganku ini?” Ia katakan demikian sambil mengusap-usap jubahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ke matanya yang buta itu. Maka tidak lama setelah ia mengusapkan jubah itu ke matanya yang buta, lalu (SUBHANALLAH) orang yang buta tadi itu bisa melihat kembali seperti semula, bahkan matanya lebih terang daripada sebelumnya. Kemudian orang yang tadinya buta itu, sambil membawa jubahnya pergi ke rumah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan penuh rasa bangga, bahagia. (Sebab matanya ini bisa melihat lagi setelah sekian tahun lamanya buta). Dan ia pun berkata kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, qad ‘aada bashari wa ilaikal-‘aba’ah hadiyah minni? Wahai Rasulullah, mataku sudah kembali lagi seperti semula dan engkau aku kasih jubah ini lagi?” Jadi, jubahnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dikembalikan lagi. (ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAIH …). Lalu oleh orang yang tadinya buta itu mengisahkan bagaimana kronologisnya dan kenapa jubah itu pun bisa kembali lagi ke tangannya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Ketika dikisahkan kenapa jubah itu bisa kembali lagi ke tangannya Rasulullah, lalu Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pun tersenyum sampai gigi gerahamnya terlihat. (Hal ini menandakan betapa bangga dan bahagianya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ‏) Walhasil, setelah itu Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Sayyidatuna Aisyah, “Perhatikanlah wahai Aisyah jubah yang aku punya ini. Ia bisa mengkayakan orang yang miskin (Faqir), ia bisa menyembuhkan orang yang sakit (buta), ia pun bisa memerdekakan budak dan kemudian kembali lagi kepada kita.” (SUBHANALLAH) Ini semua tidak lain melainkan berkahnya Rasulillah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. (Kisah ini diriwayatkan ada dalam kitab “Adabul-Mufrad Lil-Imam al-Bukhari” dan juga banyak diriwayatkan seperti oleh Imam Suyuthi, Imam Abu Bakar al-Baqilani yang dinukil oleh Al-Habib Umar ibn Hafidz di dalam salah satu ceramahnya, Wallahu A‘lam ‏)

Minggu, 01 Januari 2017

BAGAIMANA JIKA BELUM DAPAT MEMAHAMI SEDIKITPUN PERKATAAN SEORANG ULAMA ?





*Asy-Syaikh Abu al-Hasan asy-Syadzili mengatakan, "Apabila kalian menghadiri pelajaran seorang ulama atau orang saleh dan belum dapat memahami sedikitpun perkataannya, maka terimalah dan jangan mengatakan perkataan orang ini tidak ada faedahnya. Karena sesungguhnya para malaikat dan jin suka menghadiri pelajaran para ulama dan orang-orang saleh. Mungkin saja orang alim atau orang saleh itu berbicara semata-mata untuk memberikan pemahaman kepada malaikat dan jin yang hadir dan bukan ditujukan kepada golongan manusia."
* Al-Imam al-Arifbillah Idrus bin Umar al-Habsyi mengatakan, "Sesungguhnya keberkahan bergaul dengan orang-orang besar itu akan kembali meskipun beberapa waktu kemudian. Dan janganlah seseorang mengatakan, 'Sesungguhnya aku belum melihat diriku menghasilkan sesuatu dan tidak pula mengalami sesuatu.' Karena, orang yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan dan orang yang melalui suatu jalan akan sampai. Biasanya tambahan yang didapatkan oleh orang yang menuju jalan Allah tidak tampak, seperti tambahan yang terjadi pada manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan yang sedang tumbuh. Sesungguhnya engkau melihat seorang anak, misalnya, setiap hari sama saja seperti hari sebelumnya dan tak tampak padanya penambahan. Begitu juga pohon kurma. Padahal tidak diragukan bahwa terjadi pertumbuhan tetapi tersembunyi. Adapun penambahan yang tampak jelas dan kelihatan adalah yang jarang dan hanya terjadi pada hal yang luar biasa. Hendaknya seorang hamba menetapi kewajibannya dan menunggu anugerah Allah. Terdapat keterangan dalam sebuah hadits, 'Sesungguhnya Tuhan memiliki pemberian-pembe
rian pada hari-hari kalian, karena itu songsonglah ia.' Penyongsongan itu dilakukan dengan bersungguh-sungguh mencari keridhaan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar."

Sabtu, 31 Desember 2016

4 MALAIKAT YANG MENDATANGI ORANG SAKIT

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Tulisan pendek ini membuktikan bahwa sakit itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit .
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili .
Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda:
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
.1 Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah .
.2 Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya .
.3 Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat .pasi
.4 Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa .
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu ,
Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba .
Namun untuk malaikat ke 4, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba .mukmin
Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan ”?
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut ”.
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama ”.setahun
Subhanallaah …
Subhanallaah !!! …
“ Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau penyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan dijadikan penebus dosanya oleh Allah.” (HR Bukhari-Muslim ‏)
“ Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya.” (HR Ath-Thabarani ‏)
“ Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun.” (HR Al-Qadha’i



Jumat, 30 Desember 2016

JADIKAN UMUR KITA BERKAH

Mari Kita Simak Ayat - Ayat Al Qur'an Dibawah Ini :
(Al-Baqarah): 96
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. *Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun* , padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(Fāţir): 37
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". *Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ?* maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNYA.....
ULASAN
Umur yg berkah adalah umur yang semakin tua semakin menjadikan seseorang bertambah saleh , setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta.
Berkah adalah kata yg diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.
Berkah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi berkah ialah ketaatanmu kepada Allah dgn segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.
Barokah bermakna:
*"albarokatu tuziidukum fi thoah" ~ barokah menambah taatmu kepada Allah.....*
Hidup yg berkah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru berkah sebagaimana Nabi Ayyub as , sakitnya menambah taatnya kepada Allah....
Berkah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya kepada Allah layaknya sahabat Nabi, Musab ibn Umair ra.
Tanah yg berkah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah tiada yg menandinginya .
Makanan berkah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong seseorang menjadi lebih taat kepada Allah setelah makan.
Ilmu yg berkah itu bukan yg banyak riwayat & catatannya, tapi yg mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
Penghasilan berkah bukanlah gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana bisa jadi jalan rezeki bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu oleh penghasilan tersebut.
Anak - anak yg berkah bukanlah saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak - anak yg berkah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb-Nya & tak henti - hentinya mendo'akan kedua orang tuanya.

Dipanjangkan usia dalam ketaatan adalah anugerah besar dari Alloh untuk seorang hamba. Ketaatan yang dilakukan kepada Alloh selama 40 tahun berbeda dengan ketaatan kepada-Nya selama 20 tahun. Semakin lama dan semakin sering ketaatan dilakukan oleh seorang hamba maka akan semakin baik disisi Alloh , sehingga muslim terbaik yaitu seorang muslim yang dipanjangkan usianya dalam ketaatan kepadaNya.
Abdulloh bin Bisyr rodhiallohu anhu bercerita, bahwa ada dua orang Arab Badui menemui Rosululloh sholallallohu alaihi wasallam dan salah satunya berkata:
ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﻦْ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﻦْ ﻃَﺎﻝَ ﻋُﻤُﺮُﻩُ ﻭَﺣَﺴُﻦَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ
“Wahai Rosululloh, siapakah orang yang paling baik?, beliau bersabda: orang terbaik yaitu siapa saja yang berusia panjang dan baik amalnya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Abdurrouf al-Munawi rohimahullah mengatakan, “Hal ini karena semakin panjang umur seorang yang baik, maka akan semakin melimpah pahalanya serta akan semakin meninggi derajatnya.”
Usia manusia ada pada ketetapan Alloh Ta’ala, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui batasan usia yang Alloh Ta’ala sediakan untuknya. Manusia memang tidak dibebani untuk mengetahui hal ini, mereka hanya dibebani untuk beribadah dan terus beribadah sampai habis energinya ketika kematian menjemput.
Alloh Ta’ala berfirman, ““Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian mendatangimu .” (QS. al-Hijr [15]: 99)
Syaikh Abu Bakr al-Jazairi menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, “Teruslah beribadah yaitu mentaati Alloh dengan penuh kerendahan dan kepatuhan sampai datang keyakinan yaitu kematian.”
Batas usia seseorang menjadi rahasia Alloh , sehingga seseorang harus senantiasa beramal sholih dari waktu ke waktu agar usianya menjadi berkah. Terutama orang-orang tua yang usianya sudah sampai 60 tahun, maka sudah sepantasnya mereka lebih meningkatkan ibadah kepada Alloh . Karena usia 60 adalah usia senja, yaitu usia di hari-hari akhir seseorang berada di punggung bumi yang sebantar lagi akan beralih ke dalamnya.
Rosululloh sholallallohu alaihi wasallam bersabda:
ﺃَﻋْﻤَﺎﺭُ ﺃُﻣَّﺘِﻲْ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺳِﺘِّﻴْﻦَ ﺇِﻟﻰَ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﻗَﻠُّﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺠَﻮِّﺯُ ﺫَﻟِﻚَ
“Rata-rata usia umatku ada di antara 60 sampai 70 tahun, dan sedikit sekali di antara mereka yang melampauinya.”
(HR. Tirmidzi)
Akan tetapi dengan adanya hadis ini bukan berarti para pemuda bersikap santai dan malas beribadah, karena kematian pun terkadang menjemput para pemuda walaupun dia berfisik sehat dan berkantong hebat. Bahkan, bayi yang baru terlahir dan menginggal pun banyak terjadi.
Hadis di atas jika direnungkan dengan mendalam, maka akan diketahui bahwa umur umat Muhammad jika dibandingkan dengan umur umat nabi-nabi terdahulu sangat berbeda. Umur umat nabi-nabi terdahulu rata-rata di atas seratus tahun, Adam misalnya berumur 1000 tahun, Nuh berdakwah di kaumnya selama 950 tahun.
Sebagai Umat Muhammad sholallallohu alaihi wasallam seseorang harus-benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar umurnya menjadi berkah. Seorang muslim harus berfikir dan beramal sehingga umurnya yang sedikit menjadi modal kebaikan yang banyak.
Jika ditelisik lebih dalam, syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sholallallohu alaihi wasallam mengandung banyak amalan yang simpel akan tetapi mengandung limpahan pahala bagi pelakunya sehingga dengan sedikitnya usia akan mampu mengejar amal solih yang dilakukan oleh umat terdahulu. Di antaranya:
Solat di Masjidil Harom
Bagi yang berkesempatan umroh atau haji, hendaknya seseorang banyak melakukan solat di Masjidil Harom.
Rosululloh sholallallohu alaihi wasallam bersabda:
ﺻَﻼﺓٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺻَﻼﺓٍ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺳِﻮَﺍﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ
“Satu kali solat di masjidil harom lebih baik dari 1000 kali solat di tempat lain.” (HR. Thobroni)
Jika seorang muslim Indonesia berumroh selama enam hari, lalu dia mengisi waktunya dengan memperbanyak ibadah terutama sholat, maka akan banyak sekali pahala yang di raihnya.
Berpuasa Sunnah Bulan Syawal
Rosululloh sholallallohu alaihi wasallam bersabda:
ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺛُﻢَّ ﺃَﺗْﺒَﻌَﻪُ ﺳِﺘًّﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻮَّﺍﻝٍ ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺼِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮِ
“Siapa yang berpuasa Romadon, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan syawal maka seolah-olah dia telah berpuasa satu tahun penuh.” (HR. Muslim)
Menghidupkan Lailatul Qodar
Beribadah di malam Lailatul Qodar lebih baik dari 1000 bulan, sebagaimana yang Alloh terangkan dalam surat al-Qodr , dan amalan syariah lain yang semuanya akan menjadikan umur berkah jika dilaksanakan. Wallahu Ta’ala a’lam …


Semoga segala aktifitas kita hari ini membawa berkah.....Aamiin Allahumma Aamiin....
MUSLIM MENCINTAI SEMUA DAN TIDAK MEMBENCI SIAPAPUN

Jumat, 18 November 2016

FADHILAT ORANG YANG MENUNTUT ILMU AGAMA

Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah dengan menghadiri majelis ta’lim.
Demikian tingginya nilai ta’lim sehingga dikatakan oleh Rasulullah ﷺ nilainya lebih baik dari shalat sunat 100 raka’at.

”Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: ”Wahai Abu Dzar. Hendaklah engkau pergi, lalu engkau mempelajari satu ayat dari kitab Allah, lebih baik bagimu daripada kamu shalat 100 rakaat. Dan hendaklah engkau pergi, lalu engkau mempelajari suatu bab ilmu yang dapat diamalkan ataupun belum dapat diamalkan, adalah lebih baik daripada kamu shalat 1.000 rakaat.”
(HR Ibnu Majah dengan sanad hasan).

"Apabila kamu melewati taman-taman SURGA makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok Dzikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim)."
(HR. Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad)

Senin, 14 November 2016

HUKUM MEMBENTAK SUAMI

Hukum Membentak Suami Adalah Dosa Besar & Solusi nya Dalam Islam 🐪🐪
Wajib dibaca setiap muslimah yg merindukan Surga-Nya Allah Tabaraka Wata'ala
Hukum membentak suami adalah tidak boleh dan ini merupakan sebuah dosa besar !!
Seorang suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami bagi istrinya:
“ Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri utk sujud kepada suaminya .” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“ Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya… ” (HR. Ahmad)
“ Dan sebaik-baik istri adalah yang TA'AT kepada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)
Jika suami berbuat keliru atau salah, Maka sudah semestinya bagi sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan nada lemah lembut, tidak membentak (bersuara keras), dan tidak pula menyinggung perasaannya.
Sikap kasar istri terhadap suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya ilmu dan keburukan akhlak.
Rasulullah SAW bersabda:
“ Sebaik-baiknya wanita — bagi suami — ialah yang menyenangkan ketika dilihat, patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya ” (H.R. Ahmad)
Sebagaimana anak bisa dianggap durhaka pada orang tua, maka istri juga bisa dikatakan durhaka pada suami ketika berani membentaknya. Wallahu A'lam.
Bidadari Marah kepada Istri yang Memarahi Suaminya
Jika seorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, maka para bidadari di surga akan marah kepada istri yang memarahi suaminya.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻱ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻻَّ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﺘُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ : ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻳْﻪِ , ﻗَﺎﺗَﻠَﻚِ ﺍﻟﻠﻪُ , ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺩَﺧِﻴْﻞٌ ﻳُﻮْﺷِﻚُ ﺃَﻥْ ﻳُﻔَﺎﺭِﻗَﻚِ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ
“ Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami ” (HR. At-Tirmidzi)
Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para istri untuk tidak mendzalimi suaminya.
Saingannya berat, Saingannya bukan lagi madumu atau yang lain. namun sainganmu adalah Bidadari yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala mensifatkannya didalam Al qur'an. Diantara sifatnya adalah :
ﺇِﻥَّ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻣَﻔَﺎﺯًﺍ ﺣَﺪَﺍﺋِﻖَ ﻭَﺃَﻋْﻨَﺎﺑًﺎ ﻭَﻛَﻮَﺍﻋِﺐَ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
" Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba': 31-33)
ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
" Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan: 54)
ﻣُﺘَّﻜِﺌِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﺮُﺭٍ ﻣَﺼْﻔُﻮﻓَﺔٍ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
" Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur: 20)
ﺣُﻮﺭٌ ﻣَﻘْﺼُﻮﺭَﺍﺕٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻡِ
" (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. " (QS. Ar-Rahman: 72)
ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺧَﻴْﺮَﺍﺕٌ ﺣِﺴَﺎﻥٌ
" Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik ." (QS. Ar-Rahman: 70)
ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺸَﺄْﻧَﺎﻫُﻦَّ ﺇِﻧْﺸَﺎﺀً ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻦَّ ﺃَﺑْﻜَﺎﺭًﺍ ﻋُﺮُﺑًﺎ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
" Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.[1] Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. " (QS. Al-Waqi'ah: 35-37)
Hadits Abdullah Ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :
ﺃَﻭَّﻝُ ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻛَﺄَﻥَّ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ ﺿَﻮْﺀُ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ، ﻭَﺍﻟْﺰُّﻣْﺮَﺓُ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔُ ﻋَﻠَﻰ ﻟَﻮْﻥِ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﻛَﻮْﻛَﺐٍ ﺩُﺭﻱَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ، ﻟِﻜُﻞ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴﻦِ، ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞ ﺯَﻭْﺟَﺔٍ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺣُﻠَّﺔً، ﻳُﺮَﻯٰ ﻣُﺦُّ ﺳُﻮﻗِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﻟُﺤُﻮﻣِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺣُﻠَﻠِﻬِﻤَﺎ، ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺮَﻯٰ ﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏُ ﺍﻷَﺣْﻤَﺮُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰُّﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟْﺒَﻴْﻀَﺎﺀِ
“ Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)
Nah Para Istri Sholehah, jangan mendzalimi apalagi membentak suami kalian lagi.
sainganmu bidadari loh!
Solusi Jika Memang Ingin Marah Pada Suami⛈
Jika kemarahan melanda dan sudah tak tertahankan, tentunya tidak disarankan untuk mengekspresikandengan cara meledak-ledak di depan pasangan. Apalagi dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika sedang ingin marah pada suami.
Hal yang pertama dilakukan adalah ucapkan ISTIGHFAR. Mohon ampunlah pada Allah.
Istighfar akan meringankan hati kita.
Selanjutnya, klarifikasi secara detail duduk permasalahan.
Jangan mengikuti nafsu karena emosi akan semakin meluap-luap. Tapi sebisa mungkin, tahanlah dulu emosi.
Karena bicara dalam keadaan emosi hanya akan memperburuk keadaan, karena terkadang kita ingin menumpahkan kekesalan, bahkan kekesalan yang telah lalu.
Jika dirasa sudah bisa mengendalikan diri, Ambillah air wudhu kemudian kerjakan shalat dan berdoalah.
Adukan semua persoalan pada Allah.
Semua kekesalan, kecewa, adukan saja.
Dan tak lupa, mintalah pada-Nya untuk diberikan jalan keluar.
Jika diri sudah tenang, mulailah berbicara dengan suami.
Ingat, yang akan dibicarakan adalah dalam rangka mencari jalan keluar, bukan untuk menambahkan kericuhan.
Tak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasihat pada pasangan atas kesalahan yang dilakukan.
Semoga beberapa hal tersebut bisa semakin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga

HATI ADALAH RAJA NYA TUBUH

Bagaimana Sirr ,Madad,Futuh itu akan terbuka dan nampak apa bila tak tahu akan makna ADAB TERHADAP GURU
Bagaimana Karomah itu akan muncul jika di dalam hati sahaja KECINTAAN dan KERINDUANMU terhadap gurumu kau gantikan dengan KEKAGUMANMU akan dunia
guru yg menjadi mursyidmu mengetahui apa maksud yg ada di HATIMU karena antara amalan dan hati seorang mursyid akan senantiasa tertaut
seperti yg di katakan beberapa wali besar berikut
pernah suatu ketika Al imam Qutbil Anfas Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas RA menasehati murid nya Syaikh Ali Baros RA beliau berkata
"Hendaknya kalian senantiasa menghadirkan hati kalian kepada Alloh SWT dan hendaknya kalian bertawakal kepadanya sepenuh hati, sebab Allah SWT mengetahui di manapun kalian berada"
nasehat itu beliau berikan ketika Habib Umar memberi saran bagaimana cara nya menjumpai Nabiyulloh Khidir AS
Al Imam Sayyidina Syekh Abu Bakar bin Salim RA
ketika di tanya oleh murid nya mengenai ibadah dengan HATI maka beliau menjawab
Sedikit amal dari hati menyamai amal seluruh manusia dan jin
dan di katakan pula oleh Imam Qutb Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf RA
Ketahuilah wahai saudara saudaraku, hati yang ada di dalam ini (sambil menunjuk ke dada beliau) seperti rumah, jika dihuni oleh orang yang pandai merawatnya dengan baik, maka akan nampak nyaman dan hidup
namun jika tidak dihuni atau dihuni oleh orang yang tidak dapat merawatnya, maka rumah itu akan rusak dan tak terawat
Dzikir dan ketaatan kepada Alloh SWT merupakan penghuni hati, sedangkan kelalaian dan maksiat adalah perusak hati
walau pada dasarnya di dalam hati ini ada ribuan malaikat yg menjaga nya
seperti yg di katakan oleh Imam Qutb Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas RA
Hati manusia seperti Baitul Ma’mur. Setiap hari ada 70.000 malaikat yang thawaf mengelilinginya hingga hari kiamat. Dalam 24 jam hati 70.000 bisikan dan setiap bisikan dipegang oleh seorang malaikat
semoga HATI kita senantiasa ALLOH SWT jaga dan semoga hati kita senantiasa tertaut kepada para AULIA SHOLIHIN yg dekat kepada ALLOH SWT dan RASUL SAW

Senin, 18 November 2013

-MENGINGAT MATI-

Nasehat Imam Al Ghazali


Renungkanlah pendeknya umurmu. Andaikata engkau berumur 100 tahun sekalipun, maka umurmu itu pendek jika dibandingkan dengan masa hidupmu kelak di akhirat yang abadi selama-lamanya.

Coba renungkan, agar dapat istirahat (pensiun) selama 20 tahun, dalam 1 bulan atau setahun engkau sanggup menanggung berbagai beban berat dan kehinaan di dalam mencari dunia. Tetapi mengapa engkau tidak sanggup menanggung beban ibadah selama beberapa hari demi mengharapkan kebahagiaan abadi di akhirat nanti?

Jangan panjang angan-angan, engkau nanti akan berat untuk beramal. Yakinlah bahwa tak lama lagi engkau akan mati. Katakan dalam hatimu:
“Pagi ini aku akan beribadah meskipun berat, siapa tahu nanti malam aku mati. Malam ini aku akan bersabar untuk beribadah, siapa tahu besok aku mati.”

Sebab kematian tidak datang pada waktu, keadaan dan tahun tertentu. Yang jelas ia pasti datang. Oleh karena itu, mempersiapkan diri menyambut kedatangan maut lebih utama daripada mempersiapkan diri menyambut dunia. Bukankah kau menyadari betapa pendek waktu hidupmu di dunia ini? Bukankah bisa jadi ajalmu hanya tersisa satu tarikan dan hembusan napas atau satu hari?

Setiap hari lakukanlah hal ini dan paksakan dirimu untuk sabar beribadah kepada Allah. Andaikata engkau ditakdirkan untuk hidup selama 50 tahun dan kau biasakan dirimu untuk sabar beribadah, nafsumu tetap akan tetep berontak, tetapi ketika maut menjemput, kau akan berbahagia selama-lamanya. Tetapi, ketika engkau tunda-tunda dirimu untuk beramal, dan kematian datang di waktu yang tidak kau perkirakan, maka kau akan menyesal dengan penyesalan tak berujung.