SLIDE POTO

Senin, 23 Februari 2026

Dosa di Lidah: Adu Domba dan Ghibah yang Sering Tidak Disadari

 

Dosa di Lidah: Adu Domba dan Ghibah yang Sering Tidak Disadari

 

Lidah adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia. Dengan lidah, seseorang bisa membaca Al-Qur’an, berdzikir, mengajar, dan menyampaikan kebaikan. Namun di sisi lain, lidah juga bisa menjadi penyebab seseorang terjerumus ke dalam dosa besar tanpa ia sadari.

Banyak orang merasa dirinya baik-baik saja karena tidak mencuri, tidak berzina, dan tidak melakukan dosa besar lainnya. Tetapi tanpa disadari, lisannya setiap hari menyakiti orang lain. Inilah yang sering disebut sebagai dosa lidah.

Ghibah: Mengumpat yang Dianggap Biasa

Ghibah adalah menyebutkan keburukan saudara kita di belakangnya, sesuatu yang jika ia mendengarnya maka ia tidak menyukainya. Walaupun yang dibicarakan itu benar, tetap saja termasuk ghibah.

Dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering dianggap hal biasa. Berkumpul bersama teman, lalu mulai membicarakan kekurangan orang lain. Awalnya hanya bercanda, lama-lama menjadi kebiasaan.

Padahal dosa ghibah sangat besar. Bahkan dalam ajaran Islam, ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri. Ini menunjukkan betapa beratnya dosa tersebut.

Yang lebih berbahaya lagi, ghibah sering dilakukan oleh orang-orang yang rajin beribadah. Shalatnya rajin, puasanya jalan, tetapi lisannya tidak dijaga.

 

Adu Domba (Namimah): Perusak Persaudaraan

Selain ghibah, dosa lidah yang sangat berbahaya adalah adu domba atau namimah. Yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.

 

Contohnya: “Si Fulan sebenarnya tidak suka denganmu.” “Dia pernah berkata begini tentang kamu.”

Perkataan seperti ini bisa memicu kebencian, pertengkaran, bahkan permusuhan yang panjang. Banyak persahabatan hancur, keluarga retak, dan hubungan rusak karena adu domba.

Adu domba bukan sekadar menyampaikan berita. Ia adalah api yang membakar persaudaraan.

Mengapa Dosa Lidah Sangat Berbahaya?

Ada beberapa alasan mengapa dosa lidah sangat berbahaya:

1. Mudah dilakukan – Tidak butuh tenaga, hanya berbicara.

2. Sering tidak terasa – Pelakunya merasa itu hal biasa.

3. Dampaknya luas – Bisa merusak banyak orang sekaligus.

4. Sulit ditarik kembali – Kata-kata yang sudah keluar tidak bisa dihapus.

 

Luka karena senjata mungkin bisa sembuh. Tetapi luka karena perkataan terkadang membekas seumur hidup.

Cara Menjaga Lisan

Menjaga lisan memang tidak mudah, tetapi bisa dilatih. Berikut beberapa cara yang bisa diamalkan:

Berpikir sebelum berbicara: Apakah ini bermanfaat atau tidak?

Jika ragu, lebih baik diam.

Perbanyak dzikir agar lisan terbiasa dengan kebaikan.

Ingat bahwa setiap perkataan dicatat oleh malaikat.

Orang yang selamat adalah orang yang mampu mengendalikan lisannya.

 

Mari kita introspeksi diri. Jangan sampai amal ibadah kita yang sudah banyak rusak karena dosa yang kita anggap kecil. Ghibah dan adu domba mungkin terlihat ringan, tetapi di sisi Allah dosanya sangat besar.

Semoga Allah menjaga lisan kita, membersihkan hati kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu berkata baik atau memilih diam.




Minggu, 03 Agustus 2025

Download Murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul Martapura MP3 Lengkap

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, serta para wali Allah, khususnya Abah Guru Sekumpul Martapura yang kita cintai bersama.

Melalui halaman sederhana ini, kami berbagi murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul Martapura dalam format MP3. Lantunan ayat suci Al-Qur’an ini diharapkan dapat menjadi teman dzikir, pengantar istirahat, maupun bacaan rutin setiap malam Jumat.

Surah Yasin dikenal sebagai jantung Al-Qur’an dan memiliki banyak keutamaan. Membaca Surah Yasin dapat menjadi wasilah untuk memohon keberkahan hidup, kesehatan, ketenangan hati, serta pahala yang mengalir untuk diri kita dan orang-orang tercinta.

Mengapa mendengarkan murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul?
Abah Guru Sekumpul, KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari, adalah ulama besar dari Martapura, Kalimantan Selatan. Suara beliau yang lembut dan penuh penghayatan mampu menenangkan hati, menghadirkan suasana syahdu, serta membangkitkan rasa cinta kepada Al-Qur’an dan para wali Allah.

Di sini Anda dapat mendengarkan murottal Surah Yasin Guru Sekumpul secara online ataupun mendownload murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul MP3 secara gratis.

📥 Link Download Murottal Surah Yasin Guru Sekumpul (MP3):
👉 DOWNLOAD DI SINI

Jangan lupa untuk mendengarkan murottal ini bersama keluarga, di rumah, di perjalanan, atau di majelis-majelis taklim. Semoga suara beliau membawa ketenangan dan keberkahan di setiap langkah kita.

Bagi yang ingin membagikan murottal ini, silakan share link ini ke keluarga, teman, maupun grup WhatsApp agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya. Insya Allah pahala terus mengalir sebagai amal jariyah.

Semoga murottal ini bermanfaat, mendekatkan kita pada Allah SWT, dan menjadi syafaat kelak di hari kiamat. Mohon doanya agar website/blog ini bisa terus berbagi kebaikan, doa, serta ilmu yang bermanfaat untuk umat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


#GuruSekumpul #MurottalYasin #DownloadSurahYasinMP3 #AbahGuruSekumpul



Jumat, 14 Januari 2022

Sholawat Pengganti Zakat Dan Shodaqoh

 Sholawat Pengganti Zakat Dan Shodaqoh. 


اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرُسُوْلِكَ وَ صَلِّ عَلَى الْمُؤمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ


ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA MUHAMMADIN ‘ABDIKA WA ROSUULIKA WA ShOLLI ‘ALAL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT(I). 


Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, sebagai hamba-Mu dan Rasul-Mu, dan limpahkanlah pula shalawat kepada kaum Mukminin dan Mukminat, Muslimin dan Muslimat. 


قال الإمام الشعراني كان يقول صل الله عليه وسلم أيما رجل مسلم لم تكن عنده صدقة فليقل في دعائه هذه الصلاة فإنها زكاة ولا يشبع مؤمن خيرا حتى يكون منتهاه الجئة وذكر ذلك في شرح الدلائل ما عدا الجملة الأخيرة وقال أخرج هذا الحديث جماعة عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه.


Imam Asy Sya'rani berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Muslim mana saja yang tidak mampu untuk memberikan sedekah, hendaklah ia membaca shalawat ini (diatas). Maka sesungguhnya sholawat ini sebagai zakat (pensucian, sedekah). Dan tidaklah seorang mukmin kenyang berbuat kebaikan hingga ia berakhir ke Surga. Hadis di atas diriwayatkan dari Abu Said Al Khudriy ra. (Kitab Afdholush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Sadat – Asy Syeikh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy, Sholawat 9, Halaman 36, Penerbit Darul Kutub Al Ilmiyyah) 


Adapun sanad muttashil kepada Asy Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy sebagai berikut : 


الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين اصمت البتاوي عن العلامة المحدث السيد عبد الله بن عبد القادر التليدي الطنجي عن الحافظ السيد احمد بن محمد الصديق الغماري عن الامام العلامة يوسف بن اسماعيل النبهاني رحمه الله تعالى


Sanad lainnya yang muttashil kepada Asy Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy sebagai berikut : 


الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين اصمت البتاوي عن العلامة مسند العصر السيد عبد الرحمن بن عبد الحي الكتاني عن الامام يوسف بن اسماعيل النبهاني


Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus. 


محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Sabtu, 11 Agustus 2018

UMAT ISLAM DIANJURKAN MENGUASAI ILMU FIQH DAN TASAWUF

Di dalam kitab “Diwan al-Imam asy-Syafi’i” pada halaman 177, cetakan “Darul Fikr”, Beirut – Libanon, Imam Syafi’i menganjurkan agar umat Islam mempelajari, memahami dan menguasai ilmu fiqih dan ilmu tasawuf, sehingga di kemudian hari dapat menjadi seorang pakar fiqih dan pakar tasawuf yang mampu membimbing ummat kepada jalan yang lurus dan diridhoi Allah SWT dengan keterangan sebagai berikut:
ﻗﺎﻝ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﺩﺭﻳﺲ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ : ﺻﺤﺒﺖ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﻋﺸﺮ ﺳﻨﻴﻦ . ﻣﺎ ﺍﺳﺘﻔﺪﺕ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻻ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺤﺮﻓﻴﻦ : ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺳﻴﻒ . ﻭ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺼﻤﺔ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻘﺪﺭ
Artinya:
=====
“Berkata Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i: Aku bersahabat dengan kaum sufi (pakar tasawuf) selama sepuluh tahun. Tidak ada yang dapat kuambil faedah dari mereka kecuali dua perkara, yaitu:
1. Waktu bagaikan pedang, dan
2. Dari pemeliharaan Allah engkau tidak akan mampu menentang-Nya.”
Di dalam masalah anjuran menjadi pakar fiqih dan tasawuf, beliau, radiyallahu ‘anhu, berkata di dalam sya’irnya:
ﻓﻘﻴﻬﺎ ﻭ ﺻﻮﻓﻴﺎ ﻓﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻭﺍﺣﺪﺍ ### ﻓﺎﻧﻰ ﻭ ﺣﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻳﺎﻙ ﺃﻧﺼﺢ
ﻓﺬﻟﻚ ﻗﺎﺱ ﻟﻢ ﻳﺬﻕ ﻗﻠﺒﻪ ﺗﻘﻰ ### ﻭ ﻫﺬﺍ ﺟﻬﻮﻝ ﻛﻴﻒ ﺫﻭ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﺼﻠﺢ؟
Artinya:
=====
“Maka, jadilah engkau sebagai pakar fikih dan tasawuf ! Dan “Faqih dan Sufi” bukanlah satu makna.
Maka, sesungguhnya aku dan hak Allah memberikan nasehat kepadamu.
Itulah orang yang berhati keras di mana hatinya tidak bisa merasakan takut kepada Allah,
Dan, inilah orang bodoh yang hatinya kosong dari ma’rifatullah. Dan, bagaimana orang bodoh akan membawa kemashlahatan (kebaikan) di kemudian hari?.”

KEADAAN WALI ALLOH SETELAH WAFAT

Al Imam Al Quthbil Irsyad wa Ghaustil Ibad Wal Billad Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad
Beliau berkata:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻠﻮﻱ ﺍﻟﺤﺪﺍﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﺍﻥ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ﺍﺫﺍ ﻣﺎﺗﻮﺍ ﻟﻢ ﺗﻔﻘﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻻ ﺃﻋﻴﺎﻧﻬﻢ ﻭﺻﻮﺍﺭﻫﻢ ﻭﺍﻣﺎ ﺣﻘﺎﺋﻘﻬﻢ ﻓﻤﻮﺟﻮﺩﺓ ﻓﻬﻢ ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ , ﻭﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻮﻟﻰ ﺣﻴﺎ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻔﻘﺪ ﺷﻴﺄ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻭﻋﻘﻠﻪ ﻭﻗﻮﺍﺓ ﺍﻟﺮﺣﺎﻧﻴﺔ ﺑﻞ ﺗﺰﺩﺍﺩ ﺃﺭﻭﺍﺣﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺑﺼﻴﺮﺓ ﻭﻋﻠﻤﺎ ﻭﺣﻴﺎﺓ ﺍﻟﺮﺣﺎﻧﻴﺔ ﻭﺗﻮﺟﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ , ﻓﺈﺫﺍ ﺗﻮﺟﻬﺖ ﺃﺭﻭﺍﺣﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ ﻗﻀﺎﻩ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺃﺟﺮﺍﻩ ﺇﻛﺮﺍﻣﺎ ﻟﻬﻢ .
ﺳﺮﺍﺝ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺇﺣﺴﺎﻥ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺩﺣﻼﻥ ﺍﻟﺠﻤﻔﺴﻲ ﺍﻟﻜﺪﻳﺮﻱ ﺝ 1 ﺹ 466 .
Asy-Syaikh As-Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad radliyallahu’anh dawuh:
Sesungguhnya orang-orang pilihan (waliyullah) jika mereka wafat, tidak hilang dari mereka kecuali hanya jasad dan bentuknya saja. Adapun hakekatnya, mereka hidup dalam kubur mereka. Dan ketika seorang wali itu hidup dalam kubur mereka, sesungguhnya tidak lepas dari diri mereka sedikit pun ilmu, aqal, dan kekuatan ruhani mereka. Bahkan bertambahlah pada arwah-arwah mereka bashirah, ilmu, kehidupan ruhaniyyah, dan tawajjuh mereka kepada Allah setelah kematian mereka. Dan jika arwah-arwah mereka bertawajjuh kepada Allah Ta’ala dalam suatu hal (hajat), maka Allah Ta’ala pasti memenuhinya dan mengabulkannya sebagai kehormatan bagi mereka.

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :
ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ
" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".(al Manhaj as Sawiy : 217)
Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ". (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)
Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".
Habib Abdullah al Haddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". (Adaab Suluk al Murid : 54)
Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ". (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)
Al Habib Abdullah al Haddad berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ". (Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)
Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ". (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)
Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya ".
Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺁﻣﻴﻦ
Oleh Ustadz Toha Mahsun

TANAMKAN DIHATIMU KECINTAAN KEPADA ULAMA

Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Basri ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠّـﮧ ﻋﻨﮧ , Seorang Ulama Sufi pada generasi Salaf
ﺳﺄﻝ ﺭﺟﻞ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺇﻣﺎﻡ ﺩﻟﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻞ ﻳﻘﺮﺑﻨﻴﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺪﺧﻠﻨﻲ ﺍﻟﺠﻨﻪ . ﻗﺎﻝ ﺍﺣﺐ ﺍﺣﺪ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀﻩ ﻋﺴﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻥ ﻳﺘﻄﻠﻊ ﺇﻟﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﻓﻴﺠﺪ ﺍﺳﻤﻚ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻴﻪ ﻓﻴﺪﺧﻠﻚ ﻣﻌﻪ ﺍﻟﺠﻨﻪ "
Wahai Imam, tolong beritahukan amalan apa yang bisa membuat aku dekat dengan ALLAH SWT, dan bisa menyelamatkan diriku ditempat terbaik di yaumil akhir (Jannah) ?"
Imam Hasan Al Basri ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠّـﮧ ﻋﻨﮧ menjawab :
"Cintailah para AULIYA atau para ULAMA (orang yang dekat dengan ALLAH SWT) dan berharaplah ketika ALLAH SWT menatap hati para kekasihNYA tersebut, disana tertulis namamu. Dan itu akan membuat ALLAH SWT mengumpulkan engkau bersama mereka di tempat terbaik (Jannah)."
Semoga Nama Kita Selalu Tertulis Di Hati Para Ulama dan Habaib khususnya di Hati SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLLALLAHU ALAIHI WASALLAM,,, Amin Ya Robbal 'Alamin.