SLIDE POTO

Jumat, 05 Juni 2026

DOWNLOAD PENGAJIAN ABAH GURU SEKUMPUL MP3


Download Pengajian Abah Guru Sekumpul MP3

Bagi para pecinta majelis ilmu dan jamaah Abah Guru Sekumpul, kini Anda dapat mendengarkan serta mengunduh berbagai rekaman pengajian dalam format MP3 dengan mudah. Ceramah-ceramah beliau berisi nasihat, ilmu agama, akhlak, dan motivasi spiritual yang sangat bermanfaat untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui tautan yang tersedia di bawah ini, Anda dapat mengakses koleksi pengajian Abah Guru Sekumpul MP3 dan mengunduhnya untuk didengarkan kapan saja, baik saat di rumah, dalam perjalanan, maupun ketika sedang beristirahat.

Silakan download pengajian Abah Guru Sekumpul MP3 melalui link berikut:

- Jalan Senang

Semoga rekaman pengajian ini menjadi sarana menambah ilmu, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk membagikan halaman ini kepada keluarga, sahabat, dan sesama pecinta majelis Guru Sekumpul agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Barakallahu fiikum.

Jumat, 03 April 2026

Kewajiban Suami terhadap Isteri dalam Islam | Nasehat Abah Guru Sekumpul

 Dalam kehidupan rumah tangga, suami memiliki peran yang sangat penting sebagai pemimpin keluarga. Islam telah mengatur dengan jelas bagaimana seorang suami harus memperlakukan isterinya dengan baik, penuh tanggung jawab, dan kasih sayang.

Melalui ceramah yang disampaikan oleh Abah Guru Sekumpul, kita diingatkan kembali tentang kewajiban suami yang sering kali dilupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Video Ceramah

Silakan tonton langsung ceramahnya di bawah ini: 

👇

YOUTUBE 

Kewajiban Suami terhadap Isteri

1. Memberikan Nafkah

Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada isterinya, baik berupa:

Makanan

Pakaian

Tempat tinggal

Nafkah ini harus diberikan dengan cara yang halal dan sesuai kemampuan.

2. Memperlakukan Isteri dengan Baik

Dalam Islam, suami diperintahkan untuk:

Bersikap lembut

Tidak kasar

Tidak menyakiti hati isteri

Rasulullah mengajarkan bahwa sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik kepada isterinya.

3. Membimbing dalam Agama

Suami bukan hanya kepala keluarga, tetapi juga pemimpin dalam urusan agama.

Kewajibannya:

Mengajarkan shalat

Mengingatkan ibadah

Membimbing ke jalan yang benar

4. Bersabar dan Tidak Mudah Marah

Dalam rumah tangga pasti ada ujian. Suami harus:

Sabar menghadapi kekurangan isteri

Tidak mudah emosi

Mengedepankan akhlak yang baik

5. Menjaga Kehormatan Isteri

Suami wajib menjaga kehormatan isterinya, baik:

Di dalam rumah

Maupun di luar rumah

Tidak membuka aib dan selalu melindungi nama baik keluarga.

Hikmah dari Ceramah

Dari ceramah ini kita belajar bahwa:

Rumah tangga bukan hanya tentang hak, tapi juga kewajiban

Suami harus menjadi contoh yang baik

Keharmonisan keluarga dimulai dari akhlak yang baik

Penutup

Menjadi suami bukan hanya soal memimpin, tetapi juga tentang tanggung jawab besar di hadapan Allah. Dengan menjalankan kewajiban dengan baik, insyaAllah rumah tangga akan menjadi sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Semoga kita semua bisa mengamalkan nasehat ini dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 23 Februari 2026

Dosa di Lidah: Adu Domba dan Ghibah yang Sering Tidak Disadari

 

Dosa di Lidah: Adu Domba dan Ghibah yang Sering Tidak Disadari

 

Lidah adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia. Dengan lidah, seseorang bisa membaca Al-Qur’an, berdzikir, mengajar, dan menyampaikan kebaikan. Namun di sisi lain, lidah juga bisa menjadi penyebab seseorang terjerumus ke dalam dosa besar tanpa ia sadari.

Banyak orang merasa dirinya baik-baik saja karena tidak mencuri, tidak berzina, dan tidak melakukan dosa besar lainnya. Tetapi tanpa disadari, lisannya setiap hari menyakiti orang lain. Inilah yang sering disebut sebagai dosa lidah.

Ghibah: Mengumpat yang Dianggap Biasa

Ghibah adalah menyebutkan keburukan saudara kita di belakangnya, sesuatu yang jika ia mendengarnya maka ia tidak menyukainya. Walaupun yang dibicarakan itu benar, tetap saja termasuk ghibah.

Dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering dianggap hal biasa. Berkumpul bersama teman, lalu mulai membicarakan kekurangan orang lain. Awalnya hanya bercanda, lama-lama menjadi kebiasaan.

Padahal dosa ghibah sangat besar. Bahkan dalam ajaran Islam, ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri. Ini menunjukkan betapa beratnya dosa tersebut.

Yang lebih berbahaya lagi, ghibah sering dilakukan oleh orang-orang yang rajin beribadah. Shalatnya rajin, puasanya jalan, tetapi lisannya tidak dijaga.

 

Adu Domba (Namimah): Perusak Persaudaraan

Selain ghibah, dosa lidah yang sangat berbahaya adalah adu domba atau namimah. Yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.

 

Contohnya: “Si Fulan sebenarnya tidak suka denganmu.” “Dia pernah berkata begini tentang kamu.”

Perkataan seperti ini bisa memicu kebencian, pertengkaran, bahkan permusuhan yang panjang. Banyak persahabatan hancur, keluarga retak, dan hubungan rusak karena adu domba.

Adu domba bukan sekadar menyampaikan berita. Ia adalah api yang membakar persaudaraan.

Mengapa Dosa Lidah Sangat Berbahaya?

Ada beberapa alasan mengapa dosa lidah sangat berbahaya:

1. Mudah dilakukan – Tidak butuh tenaga, hanya berbicara.

2. Sering tidak terasa – Pelakunya merasa itu hal biasa.

3. Dampaknya luas – Bisa merusak banyak orang sekaligus.

4. Sulit ditarik kembali – Kata-kata yang sudah keluar tidak bisa dihapus.

 

Luka karena senjata mungkin bisa sembuh. Tetapi luka karena perkataan terkadang membekas seumur hidup.

Cara Menjaga Lisan

Menjaga lisan memang tidak mudah, tetapi bisa dilatih. Berikut beberapa cara yang bisa diamalkan:

Berpikir sebelum berbicara: Apakah ini bermanfaat atau tidak?

Jika ragu, lebih baik diam.

Perbanyak dzikir agar lisan terbiasa dengan kebaikan.

Ingat bahwa setiap perkataan dicatat oleh malaikat.

Orang yang selamat adalah orang yang mampu mengendalikan lisannya.

 

Mari kita introspeksi diri. Jangan sampai amal ibadah kita yang sudah banyak rusak karena dosa yang kita anggap kecil. Ghibah dan adu domba mungkin terlihat ringan, tetapi di sisi Allah dosanya sangat besar.

Semoga Allah menjaga lisan kita, membersihkan hati kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu berkata baik atau memilih diam.




Minggu, 03 Agustus 2025

Download Murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul Martapura MP3 Lengkap

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, serta para wali Allah, khususnya Abah Guru Sekumpul Martapura yang kita cintai bersama.

Melalui halaman sederhana ini, kami berbagi murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul Martapura dalam format MP3. Lantunan ayat suci Al-Qur’an ini diharapkan dapat menjadi teman dzikir, pengantar istirahat, maupun bacaan rutin setiap malam Jumat.

Surah Yasin dikenal sebagai jantung Al-Qur’an dan memiliki banyak keutamaan. Membaca Surah Yasin dapat menjadi wasilah untuk memohon keberkahan hidup, kesehatan, ketenangan hati, serta pahala yang mengalir untuk diri kita dan orang-orang tercinta.

Mengapa mendengarkan murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul?
Abah Guru Sekumpul, KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari, adalah ulama besar dari Martapura, Kalimantan Selatan. Suara beliau yang lembut dan penuh penghayatan mampu menenangkan hati, menghadirkan suasana syahdu, serta membangkitkan rasa cinta kepada Al-Qur’an dan para wali Allah.

Di sini Anda dapat mendengarkan murottal Surah Yasin Guru Sekumpul secara online ataupun mendownload murottal Surah Yasin Abah Guru Sekumpul MP3 secara gratis.

📥 Link Download Murottal Surah Yasin Guru Sekumpul (MP3):
👉 DOWNLOAD DI SINI

Jangan lupa untuk mendengarkan murottal ini bersama keluarga, di rumah, di perjalanan, atau di majelis-majelis taklim. Semoga suara beliau membawa ketenangan dan keberkahan di setiap langkah kita.

Bagi yang ingin membagikan murottal ini, silakan share link ini ke keluarga, teman, maupun grup WhatsApp agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya. Insya Allah pahala terus mengalir sebagai amal jariyah.

Semoga murottal ini bermanfaat, mendekatkan kita pada Allah SWT, dan menjadi syafaat kelak di hari kiamat. Mohon doanya agar website/blog ini bisa terus berbagi kebaikan, doa, serta ilmu yang bermanfaat untuk umat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


#GuruSekumpul #MurottalYasin #DownloadSurahYasinMP3 #AbahGuruSekumpul



Jumat, 14 Januari 2022

Sholawat Pengganti Zakat Dan Shodaqoh

 Sholawat Pengganti Zakat Dan Shodaqoh. 


اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرُسُوْلِكَ وَ صَلِّ عَلَى الْمُؤمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ


ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA MUHAMMADIN ‘ABDIKA WA ROSUULIKA WA ShOLLI ‘ALAL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT(I). 


Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, sebagai hamba-Mu dan Rasul-Mu, dan limpahkanlah pula shalawat kepada kaum Mukminin dan Mukminat, Muslimin dan Muslimat. 


قال الإمام الشعراني كان يقول صل الله عليه وسلم أيما رجل مسلم لم تكن عنده صدقة فليقل في دعائه هذه الصلاة فإنها زكاة ولا يشبع مؤمن خيرا حتى يكون منتهاه الجئة وذكر ذلك في شرح الدلائل ما عدا الجملة الأخيرة وقال أخرج هذا الحديث جماعة عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه.


Imam Asy Sya'rani berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Muslim mana saja yang tidak mampu untuk memberikan sedekah, hendaklah ia membaca shalawat ini (diatas). Maka sesungguhnya sholawat ini sebagai zakat (pensucian, sedekah). Dan tidaklah seorang mukmin kenyang berbuat kebaikan hingga ia berakhir ke Surga. Hadis di atas diriwayatkan dari Abu Said Al Khudriy ra. (Kitab Afdholush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Sadat – Asy Syeikh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy, Sholawat 9, Halaman 36, Penerbit Darul Kutub Al Ilmiyyah) 


Adapun sanad muttashil kepada Asy Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy sebagai berikut : 


الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين اصمت البتاوي عن العلامة المحدث السيد عبد الله بن عبد القادر التليدي الطنجي عن الحافظ السيد احمد بن محمد الصديق الغماري عن الامام العلامة يوسف بن اسماعيل النبهاني رحمه الله تعالى


Sanad lainnya yang muttashil kepada Asy Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy sebagai berikut : 


الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين اصمت البتاوي عن العلامة مسند العصر السيد عبد الرحمن بن عبد الحي الكتاني عن الامام يوسف بن اسماعيل النبهاني


Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus. 


محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Sabtu, 11 Agustus 2018

UMAT ISLAM DIANJURKAN MENGUASAI ILMU FIQH DAN TASAWUF

Di dalam kitab “Diwan al-Imam asy-Syafi’i” pada halaman 177, cetakan “Darul Fikr”, Beirut – Libanon, Imam Syafi’i menganjurkan agar umat Islam mempelajari, memahami dan menguasai ilmu fiqih dan ilmu tasawuf, sehingga di kemudian hari dapat menjadi seorang pakar fiqih dan pakar tasawuf yang mampu membimbing ummat kepada jalan yang lurus dan diridhoi Allah SWT dengan keterangan sebagai berikut:
ﻗﺎﻝ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﺩﺭﻳﺲ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ : ﺻﺤﺒﺖ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﻋﺸﺮ ﺳﻨﻴﻦ . ﻣﺎ ﺍﺳﺘﻔﺪﺕ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻻ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺤﺮﻓﻴﻦ : ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺳﻴﻒ . ﻭ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺼﻤﺔ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻘﺪﺭ
Artinya:
=====
“Berkata Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i: Aku bersahabat dengan kaum sufi (pakar tasawuf) selama sepuluh tahun. Tidak ada yang dapat kuambil faedah dari mereka kecuali dua perkara, yaitu:
1. Waktu bagaikan pedang, dan
2. Dari pemeliharaan Allah engkau tidak akan mampu menentang-Nya.”
Di dalam masalah anjuran menjadi pakar fiqih dan tasawuf, beliau, radiyallahu ‘anhu, berkata di dalam sya’irnya:
ﻓﻘﻴﻬﺎ ﻭ ﺻﻮﻓﻴﺎ ﻓﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻭﺍﺣﺪﺍ ### ﻓﺎﻧﻰ ﻭ ﺣﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻳﺎﻙ ﺃﻧﺼﺢ
ﻓﺬﻟﻚ ﻗﺎﺱ ﻟﻢ ﻳﺬﻕ ﻗﻠﺒﻪ ﺗﻘﻰ ### ﻭ ﻫﺬﺍ ﺟﻬﻮﻝ ﻛﻴﻒ ﺫﻭ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﺼﻠﺢ؟
Artinya:
=====
“Maka, jadilah engkau sebagai pakar fikih dan tasawuf ! Dan “Faqih dan Sufi” bukanlah satu makna.
Maka, sesungguhnya aku dan hak Allah memberikan nasehat kepadamu.
Itulah orang yang berhati keras di mana hatinya tidak bisa merasakan takut kepada Allah,
Dan, inilah orang bodoh yang hatinya kosong dari ma’rifatullah. Dan, bagaimana orang bodoh akan membawa kemashlahatan (kebaikan) di kemudian hari?.”

KEADAAN WALI ALLOH SETELAH WAFAT

Al Imam Al Quthbil Irsyad wa Ghaustil Ibad Wal Billad Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad
Beliau berkata:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻠﻮﻱ ﺍﻟﺤﺪﺍﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﺍﻥ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ﺍﺫﺍ ﻣﺎﺗﻮﺍ ﻟﻢ ﺗﻔﻘﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻻ ﺃﻋﻴﺎﻧﻬﻢ ﻭﺻﻮﺍﺭﻫﻢ ﻭﺍﻣﺎ ﺣﻘﺎﺋﻘﻬﻢ ﻓﻤﻮﺟﻮﺩﺓ ﻓﻬﻢ ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ , ﻭﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻮﻟﻰ ﺣﻴﺎ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻔﻘﺪ ﺷﻴﺄ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻭﻋﻘﻠﻪ ﻭﻗﻮﺍﺓ ﺍﻟﺮﺣﺎﻧﻴﺔ ﺑﻞ ﺗﺰﺩﺍﺩ ﺃﺭﻭﺍﺣﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺑﺼﻴﺮﺓ ﻭﻋﻠﻤﺎ ﻭﺣﻴﺎﺓ ﺍﻟﺮﺣﺎﻧﻴﺔ ﻭﺗﻮﺟﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ , ﻓﺈﺫﺍ ﺗﻮﺟﻬﺖ ﺃﺭﻭﺍﺣﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ ﻗﻀﺎﻩ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺃﺟﺮﺍﻩ ﺇﻛﺮﺍﻣﺎ ﻟﻬﻢ .
ﺳﺮﺍﺝ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺇﺣﺴﺎﻥ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺩﺣﻼﻥ ﺍﻟﺠﻤﻔﺴﻲ ﺍﻟﻜﺪﻳﺮﻱ ﺝ 1 ﺹ 466 .
Asy-Syaikh As-Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad radliyallahu’anh dawuh:
Sesungguhnya orang-orang pilihan (waliyullah) jika mereka wafat, tidak hilang dari mereka kecuali hanya jasad dan bentuknya saja. Adapun hakekatnya, mereka hidup dalam kubur mereka. Dan ketika seorang wali itu hidup dalam kubur mereka, sesungguhnya tidak lepas dari diri mereka sedikit pun ilmu, aqal, dan kekuatan ruhani mereka. Bahkan bertambahlah pada arwah-arwah mereka bashirah, ilmu, kehidupan ruhaniyyah, dan tawajjuh mereka kepada Allah setelah kematian mereka. Dan jika arwah-arwah mereka bertawajjuh kepada Allah Ta’ala dalam suatu hal (hajat), maka Allah Ta’ala pasti memenuhinya dan mengabulkannya sebagai kehormatan bagi mereka.

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :
ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ
" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".(al Manhaj as Sawiy : 217)
Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ". (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)
Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".
Habib Abdullah al Haddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". (Adaab Suluk al Murid : 54)
Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ". (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)
Al Habib Abdullah al Haddad berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ". (Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)
Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ". (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)
Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya ".
Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺁﻣﻴﻦ
Oleh Ustadz Toha Mahsun

TANAMKAN DIHATIMU KECINTAAN KEPADA ULAMA

Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Basri ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠّـﮧ ﻋﻨﮧ , Seorang Ulama Sufi pada generasi Salaf
ﺳﺄﻝ ﺭﺟﻞ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺇﻣﺎﻡ ﺩﻟﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻞ ﻳﻘﺮﺑﻨﻴﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺪﺧﻠﻨﻲ ﺍﻟﺠﻨﻪ . ﻗﺎﻝ ﺍﺣﺐ ﺍﺣﺪ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀﻩ ﻋﺴﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻥ ﻳﺘﻄﻠﻊ ﺇﻟﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﻓﻴﺠﺪ ﺍﺳﻤﻚ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻴﻪ ﻓﻴﺪﺧﻠﻚ ﻣﻌﻪ ﺍﻟﺠﻨﻪ "
Wahai Imam, tolong beritahukan amalan apa yang bisa membuat aku dekat dengan ALLAH SWT, dan bisa menyelamatkan diriku ditempat terbaik di yaumil akhir (Jannah) ?"
Imam Hasan Al Basri ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠّـﮧ ﻋﻨﮧ menjawab :
"Cintailah para AULIYA atau para ULAMA (orang yang dekat dengan ALLAH SWT) dan berharaplah ketika ALLAH SWT menatap hati para kekasihNYA tersebut, disana tertulis namamu. Dan itu akan membuat ALLAH SWT mengumpulkan engkau bersama mereka di tempat terbaik (Jannah)."
Semoga Nama Kita Selalu Tertulis Di Hati Para Ulama dan Habaib khususnya di Hati SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLLALLAHU ALAIHI WASALLAM,,, Amin Ya Robbal 'Alamin.

LISANMU ADALAH GAMBARAN APA YANG TERSIMPAN DI DALAM HATIMU


ﺴﺎﻧﻚ ﻳﻌﺒِّﺮ ﻋﻤﺎ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ ..
Lisan-mu adalah gambaran dari apa-apa yang tersimpan didalam hatimu
ﻓﻜﻞ ﻛﻠﻤﺔ ﺳﻴﺌﺔ ﺩﺍﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺳﻮﺀ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ ،
Maka setiap kalimat yang buruk, menunjukkan atas buruknya apa-apa didalam hatimu
ﻛﻞ ﻏﻴﺒﺔ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻇﻠﻤﺔ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ ،
Setiap gosip menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
ﻛﻞ ﻛﺬﺑﺔ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻮﺀ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ ،
Setiap kebohongan menunjukkan atas jeleknya apa-apa didalam hatimu
ﻛﻞ ﻳﻤﻴﻦ ﻛﺎﺫﺑﺔ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻛﺪﺭﺓ ﻭﻭﺳﺦ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ ،
Setiap sumpah palsu menunjukkan atas keruh & kotornya apa-apa didalam hatimu
ﻛﻞ ﺳﺐٍّ ﻋﻠﻰ ﺻﻐﻴﺮ ﺃﻭ ﻛﺒﻴﺮ ﺑﻞ ﻋﻠﻰ ﺣﻴﻮﺍﻥ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻇﻠﻤﺔ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ ..
Setiap cacian baik atas anak kecil atau-pun orang dewasa bahkan cacian atas hewan sekali-pun menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﺗﺮﺟﻤﺎﻥ ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻓﻜﻦ ﺻﺪﻭﻕَ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﻃﺎﻫﺮ ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ .
Lisan adalah merupakan gambaran hati, maka jadilah dirimu pribadi yang memiliki lisan yang jujur,suci hati.
.
- Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz -

Berkah Birrul Walidain | BERBAKTI KEDUA ORANG TUA

(Kalam Al Alim Al Allamah Al Arifbillah Al Habib Segaf bin Muhammad bin Umar as-Segaf)
***********
Syahdan, Pada suatu kamis pagi, Al-Qutub Habib Segaf bin Muhammad bin Umar as-Segaf, memberikan dars ilmiah bertema bakti kepada kedua orang tua di majlis taklimnya, di kubah Habib Abdullah bin Ali as-Segaf yang di simak bejibun orang.
Ia membuka darsnya dengan memberikan tahdir (peringatan) kepada hadirin, “Hati-hati. Jangan pernah mendurhakai kedua orang tua. Sebab amarah mereka memantik azab Allah SWT yang kontan, tidak ditunda. Jika mau, kutunjukkan kepada kalian orang-orang yang dulunya durhaka kepada orang tua agar kalian tahu bagaimana kenaasan kini selalu menggelayuti mereka.” Habib Segaf mengulang ancamannya ini berkali-kali dengan amat serius. Beliau terus melanjutkan, “Barangsiapa menghendaki kebahagiaan di dunia dan akhirat, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya. Sungguh, aku telah merasakannya.” Kemudian beliau menyebut sejumlah nama dari orang-orang yang dikenal berbakti kepada orang tua disertai kisah bahagianya, berkat orang tua tentunya.
“Setiap perbuatan yang dilakukan seseorang terhadap kedua orang tuanya, kelak akan dibalas oleh anak-anaknya. Demi Allah, aku telah menyaksikan semua itu dengan jelas.” Jelas Habib Segaf.
HAKIKAT BIRRUL WALIDAIN
“Meminta yang berlebihan kepada kedua orang tua termasuk durhaka.” lanjut beliau. “Bakti dalam hati lebih utama dari bakti dengan tingkah laku. Maksudnya, rasa bakti dan hormat kepada orang tua harus terus bersemayam di hati, sedang lisan dan tubuh sekadar pelaksana. Dalam keyakinanku, bakti yang hakiki adalah menempatkan orang tua diatas diri kita sendiri, bahkan anak-anak kita. Hatta seumpama kita disuruh memilih, siapa yang sebaiknya meninggal, anak atau orang tua kita, Maka, meninggalnya anak kita lebih kita harap daripada meninggalnya orang tua kita. Nah inilah birrul walidain yang sejati.
Jangan sangsi, kebahagiaan abadi bakal diraih dengan bakti kepada orang tua. Mereka, para pemilik mata batin menyaksikan sendiri bukti shahihnya.
Coba perhatikan firman Allah SWT berikut ini,
ﺃَﻥِ ﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻚَ ﺇِﻟَﻲَّ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ
“Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Lukman;14)
Di ayat ini Allah SWT memakai redaksi (wa) yang berarti “dan” sebagai konjungsi, bukan (tsumma) yang berarti “kemudian”. Maksudnya kurang lebih-wallahu a’lam, syukur kepada Allah SWT tidaklah cukup bila tidak beriring dengan syukur kepada kedua orang tua. Sebab mereka berdua berperan sebagai sebab wujudnya kita.
Barangsiapa menelaahi al-Qur’an dan mencermati kandungan ayat-ayatnya dengan seksama, ia akan yakin bahwa bakti kepada kedua orang tua adalah sumber segala kebajikan dan merupakan amal yang paling utama. Dalam risalah qusairiyah diceritakan, dahulu ada seorang lelaki yang suka berbuat nista. Hari-harinya selalu diisi dengan maksiat. Suatu hari ia sakit parah. Merasa ajalnya dekat, ia berwasiat kepada ibundanya. “Wahai ibuku, jika aku mati, jangan beritahu siapapun perihal kematianku, sebab semua orang sudah pasti bakal mencelaku. Aku mohon juga, injakkan kaki ibu di salah satu telingaku, lalu berujarlah, “ini balasan orang bejat yang suka bermaksiat.” Lalu bayarlah beberapa orang untuk memandikan, mengkafani lalu menguburkanku. Jika aku sudah di dalam kubur, berdirilah di kuburanku dan berserulah tiga kali, “Wahai tuhanku, sesungguhnya aku meridhai anakku ini. maka, ridhailah dia!”
Ketika si anak meninggal, sang ibu melaksanakan semua wasiatnya. Terakhir, ia berdiri di atas pusara buah hatinya dan menyerukan kalimat yang telah dipesankan seraya menengadahkan tangan. Tak dinyana, baru saja sang ibu selesai munajat, ia mendengar kumandang suara dari langit. “Aku ridha kepada anakmu”
Aku ketengahkan kisah ini kembali sebagai teladan bagi kalian yang mengharapkan kebahagiaan akhirat. Soalnya, kini kebanyakan dari kita sudah lupa akan nilai birrul walidain. Padahal, kebanyakan musibah dan bencana yang menimpa kita saat ini adalah akibat perbuatan durhaka kepada ibu-bapak. Ya, saat ini uququl walidain merajalela. Jadinya, orang-orang masa kini tak mendapatkan keberkahan, baik di dunia maupun akhirat.
Durhaka kepada kedua orang tua tergolong dosa besar. Tak ada amal yang bisa menebusnya, kecuali tobat yang benar-benar tulus. Maka, kuperingatkan diriku sendiri secara khusus, serta semua orang, agar berusaha sekuat tenaga berbakti kepada orang tua selagi masih ada, kedua-duanya atau salah satunya. Sebab tak lama lagi mereka akan meninggalkan kita. Mari manfaatkan kesempatan yang ada untuk berbakti, agar kita beruntung di dunia dan akhirat.

Inginkan Anak Yang Sholeh dan Sholehah

Rangkuman pesan singkat AlHabib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdor (Hadromout)
• Jika kita ingin memliki anak yang soleh; Jadilah anda orang yang soleh, Pilihlah perempuan yang soleha untuk menjadi istri anda Dan pastikan makanan anda benar-benar halal agar benih yang keluar dari tubuh anda benar-benar baik Dan jika kreteria di atas sudah ada ibarat bibit yang baik dengan tanah yang subur yang akan menghasilkan tanaman-tanaman yang subur pula , tetapi sebaliknya jika bibitnya jelek tanahnya tidak subur maka akan hanya mengahsilkan tanaman-tanaman yang tidak baik sebagaimana Allah SWT berfirman :
( ﻭَﺍﻟْﺒَﻠَﺪُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺐُ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻧَﺒَﺎﺗُﻪُ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺭَﺑِّﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﺒُﺚَ ﻟَﺎ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﺇِﻟَّﺎ ﻧَﻜِﺪًﺍ ) ”
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana” (QS al A’raf: 59)
• Jangan melihat wanita hanya dari wajahnya saja ukurlah wanita itu dengan hati anda jangan dengan nafsu , sekiranya apakah pantas wanita tersebut menjadi ibu dari anak-anak anda sebagaimana Rosulullah SAW bersabda : ﺇﺧﺘﺎﺭﻭﺍ ﻟﻨﻄﻔﻜﻢ ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻌﺮﻕ ﺩﺳّﺎﺱ
Pilihlah dengan benar wanita yang akan mengandung anakmu karena watak(wanita) itu akan turun kepada anakmu
• Dan orang yang soleh yang mendapatkan istri soleha ketika dia meninggal dunia Allah SWT yang akan menjaga anak-anaknya sebagaimana :
# Kakek Rosulullah hasyim yang menikah dengan perempuan soleha lalu dia meninggal dan memiliki anak abdul mutholib yang di katakan mujabud da'wah(doanya selalu di qobulkan oleh Allah SWT)
• Janganlah memilih wanita yang tidak memiliki rasa malu walaupun dia cantik tapi lihatlah wanita itu dari agamanya .

TAUSIYAH HABIB TAUFIQ ASSEGAF

"Sebagai tamsil, jika kita masuk ke kebun binatang kemudian di situ ada pagar pembatas yang membatasi antara kita dengan kandang singa, kita tidak berani mendekatinya karena khawatir menjadi santapan singa tersebut.
Anehnya, mengapa batas-batas yang telah digariskan oleh Allah, masih saja didekati bahkan diterjang? Tidakkah muncul perasaan takut masuk ke dalam neraka-Nya, menghadapi beragam siksa yang maha pedih di dalamnya. Kita takut kepada singa tapi kebencian, laknat, dan kemarahan Allah tidak kita khawatiri...."

Kalam Mutiara Al Alim Al Mahbub Al Alamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz.

"Jika sebelumnya kau sedikit melakukan sholat dan puasa sunnah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak bersholawat kepada Rosululloh SAW, andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis keta'atan dan kemudian Allah SWT bersholawat kepadamu sekali saja maka satu sholawat Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau bersholawat kepada Rosululloh sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah SWT bersholawat kepadamu sesuai dengan kebesaran-NYA. Ini jika Allah SWT bersholawat kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah SWT membalas setiap shalawatmu dengan sepuluh shalawat sebagaimana yang disebutkan dalam Hadits Shohih .. ??!!!?
Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan keta'atan kepada Allah swt, dengan beribadah, berdzikir kepada-NYA dan bersholawat kepada Rosululloh SAW."

BILA MASIH MENCEMASKAN MASALAH REZEKI... ITU PERTANDA RUSAKNYA HATI

[ AL HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD ]
Wahai para murid, jadilah engkau seseorang yang berprasangka baik terhadap Tuhanmu bahwa Dia akan melindungi, mencukupi, menjaga, memelihara dan tidak akan meninggalkan dirimu sendiri atau meninggalkanmu pada salah satu makhluk-Nya. Sesungguhnya Allah yang Maha suci telah memberi tahu bahwa Dia bersama prasangka hamba terhadap-Nya. Oleh karena itu, keluarkan dari dalam hatimu rasa takut akan kemiskinan atau butuh terhadap manusia.
Hati-hatilah kamu dari perasaan cemas terhadap masalah rezeki. Jadilah orang yang percaya pada janji Tuhanmu dan jaminan-Nya bagimu, ketika Allah swt. berfirman,
“ Dan tidak ada satu makhluk melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezeki.” ( Q.S Hud [11]: 6 )
Kamu termasuk makhluk melata maka sibukkanlah dirimu dengan permintaan-Nya, yaitu amal-amalmu untuk-Nya. Adapun sesuatu yang telah dijamin oleh-Nya, yaitu rezeki maka sekali-sekali Tuhan tidak akan melupakanmu dalam masalah ini. Dia telah memberi tahumu bahwa sesungguhnya rezeki ada di sisi-Nya dengan beribadah kepada-Nya. Allah swt. berfirman “ Maka mintalah rezeki dari sisi Allah, dan sembahlah Dia serta bersyukurlah kepada-Nya,” ( QS. Al-Ankabut [29]:17 ).
Apakah kamu tidak melihat bahwa Dia yang Mahasuci memberi rezeki kepada orang-orang kafir yang menyembah selain-Nya ? apakah menurut pendapatmu Dia tidak akan memberi rezeki-Nya kepada orang-orang yang beriman yang tidak menyembah selain Dia ? Dia meberi rezeki kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya dan melanggar perintah-perintah-Nya. Apakah Dia tidak akan memberi rezeki kepada orang-orang yang taat kepada-Nya, memperbanyak dzikir, dan bersyukur kepada-Nya ?
Ketahuilah, sesungguhnya tidak menjadi masalah jika kamu bergerak mencari rezeki selama melakukannya dengan cara yang dibolehkan oleh syari’at Islam. Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah jika hati tidak dapat tenang, pikiran, kesenangan dan kegelisahannya di sebabkan persoalan rezeki. Tanda-tanda rusaknya hati seseorang adalah jika ia mencemaskan kebutuhannya pada masa yang belum terjadi, seperti hari dan bulan yang akan datang. Dan juga ucapannya, “ Jika ini habis, apakah mungkin datang selain ini ? Jika rezeki tidak datang dengan cara ini, dari mana lagi akan datang rezeki ? “
Masalah melepaskan diri dari peyebab dan keterikatan dengan sebab, merupakan dua kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada Hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Seseorang yang berada pada kedudukan lepas dari sebab-sebab maka ia harus memiliki keyakinan yang kuat, dada yang lapang dan selalu senantiasa beribadah.
Adapun seseorang yang diletakkan oleh Allah pada kedudukan terikat dengan sebab-sebab maka ia harus bertakwa kepada Allah pada kehidupannya dan bersandar kepada Allah, tidak selain-Nya. Hati-hatilah dari kesibukkan atas rezeki dan melupakan perbuatan taat kepada-Nya. Kadang-kadang muncul pada seorang murid lintasan-lintas
an tentang kecemasan masalah rezeki atau sifat beramal karena menginginkan pujian makhluk dan lain-lainnya. Hal seperti itu bukanlah merupakan suatu yang hina atau berdosa bila ia membencinya dan berusaha menghilangkan dari hatinya. [Akhmad Syofwandi]
*Sumber : Buku Jalan menuju taqwa terjemah dari Kitab Adab Suluk al-murid karya Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad.

INI HAKEKAT KASIH SAYANG ALLOH

Rasulullah SAW bersabda :
" Tidaklah Allah mengetahui ada seorang hamba yang menyesal atas dosa yang telah ia lakukan , kecuali Allah akan mengampuninya sebelum ia memohon ampun kepada_Nya "
Hadits Shahih riwayat Al Hakim .
.
.
Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW juga bersabda :
" Tidak ada suara yang paling disukai Allah selain suara seorang pendosa yang berkata ; Ya Tuhanku....(ampunilah dosaku)
Maka Allah menjawabnya ; Baiklah , duhai Hamba_Ku.
Wahai para Malaikat_Ku sekalian. Persaksikanlah bahwa Aku mengampuni dirinya"
.
.
Sahal bin Abdullah ra. berkata :
" Jika seorang hamba melakukan satu kebaikan dan berkata ;
" Ya Tuhanku...Engkaulah yang telah menuntun dan menjalankanku melakukan kebaikan ini.. ""
.maka Allah menjawab ;
" Wahai hamba_Ku, engkau ( kini ) telah ( menjadi ) taat kepada_Ku dan engkau ( pun kini ) mendekat kepada_Ku. "
.
( Namun ) Jika hamba itu berkata ;
" Ya TuhanKu, hamba telah beramal baik kepada_Mu...."
Dan Allah pun menjawab ;
" ( Bukankah ) Aku yang menakdirkanmu melakukan itu ( ? )... "
Maka kemudin hamba itu di jauhkan dari ( Rahmat) Nya.. ."
.
.
Jika Hamba itu melakukan kesalahan lalu berkata ;
" Ya Tuhanku...Engkau yang menakdirkanku melakukan ini ."
Maka menjadi murkalah Allah Ta'ala kepadanya dan berkata ;
" ( Tidak ! . Justru ) Engkau lah yang bermaksiat kepada_Ku, menentang perintah_Ku dan berbuat buruk kepadaKu. "
..
.
Jika hamba itu berkata ;
" Ya Tuhanku...Hamba telah berbuat aniaya untuk dirisendiri...melakukan keburukan kepada_Mu serta berbuat kesalahan atas Dirimu..."
maka ( justru ) Allah akan menjawab ;
" Akulah yang menakdirkanmu melakukan itu tetapi Aku akan Ampuni dirimu dan menututupi segala kekuranganmu..."
.
.
Jika Hamba itu berkata ;
" Ya Tuhanku...Telah Engkau Takdirkan dan Putuskan untukku hal ini. "
Maka Allah menjawab ;
" Itu memang bentuk dari sifat ketuhanan_Ku. Tetapi mana pengakuan-pengakuanmu dalam sifat - sifat kehambaanmu?. "
Maka Hamba itu menjawab ;
" Ya Tuhanku...Akulah yang menentang_Mu , bermaksiyat kepada_Mu dan akulah yang ( sebenarnya ) melakukan dosa kepada_Mu."
Dan Allah pun berkata ;
" Wahai HambaKu...( dengan pengakuanmu ini maka ) Akan engkau lihat Aku ampuni semua dosamu , Aku tutupi kekuranganmu dan ( karena ) Aku lah AHLUT TAQWAA WA AHLUL MAGHFIROH .."
.
Dari AlUstadz Muhajir Madad Salim

IMAM SYAFI'I BERKATA

Imam As-syafi'i Rahimahullah berkata :
Saat kami mencari cara bagaimana meninggalkan dosa
Maka kami mendapatkan caranya dengan Sholat Dhuha
Saat kami mencari cara bagaimana menerangkan Kubur
Maka kami mendapatkan caranya dengan membaca AlQur'an
Saat kami mencari cara bagaimana selamat menyeberang SHIRAT "jembatan di hari kelak"
Maka kami mendapatkan caranya dengan Puasa dan sedekah
Saat kami mencari cara bagaimana dapat lindungan 'Arasy kelak
Maka kami mendapatkan caranya dengan mencintai orang-orang sholeh
Allahumma Ya Rabbana....
Jadikanlah kami termasuk orang yang rajin sholat dhuha,gemar membaca Alqur'an, giat puasa dan sedekah dan golongan yang mencintai orang-orang shaleh.
Aamiin... Ya Rabbal 'aalamiin
ﺁﻣِّﻴْﻦَ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦ

Kata Sayyidina Ali ada 3 Hal yang Merubah Seseorang

:: HAL YANG MERUBAH SESEORANG ::

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻋﻠﻲ ﻛﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺟﻬﻪ، " ﺍﻟﻤﺮﺀُ ﻳﺘﻐﻴَّﺮ ﻓﻲ ﺛﻼﺙٍ : ﺍﻟﻘُﺮﺏِ ﻣﻦ ﺍﻟﻤُﻠُﻮﻙ، ﻭﺍﻟﻮﻻﻳﺎﺕ، ﻭﺍﻟﻐَﻨَﺎﺀِ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﻘﺮ، ﻓﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺘﻐﻴﺮ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﻓﻬﻮ ﺫُﻭ ﻋﻘﻞٍ ﻗﻮﻳﻢ، ﻭﺧُﻠُﻖٍ ﻣُﺴﺘﻘِﻴﻢ .

Sayyidina Ali karramallahu wajhahu pernah berkata, "Orang itu berubah karena 3 hal: (1) Kalau sudah dekat dengan para penguasa. (2) Kalau sudah mendapat kekuasaan. (3) Kalau dapat harta yang melimpah atau kekayaan dan sebelumnya ia adalah seorang yang miskin. Tetapi, kalau ada orang yang mendapat 3 hal ini dan ia tidak berubah maka dapat dipastikan bahwa ia adalah orang yang berakal sehat dan berakhlak/berbudi luhur yang istiqamah."

Tiada Ada Yang Sempurna


ﻣﻦ ﺍﺑﺘﻐﻰ ﺻﺪﻳﻘﺎ ﺑﻼ ﻋﻴﺐ ﻋﺎﺵ ﻭﺣﻴﺪﺍ ﻣﻦ ﺍﺑﺘﻐﻰ ﺯﻭﺟﺔً ﺑﻼ ﻧﻘﺺ ﻋﺎﺵ ﺃﻋﺰﺑﺎ “Siapa yang ingin mencari teman yang sempurna (tanpa aib), maka hidupnya akan sendirian (karena tiada teman yang sempurna). Siapa yang ingin mencari istri yang sempurna (tanpa kekurangan), maka hidupnya akan jomblo (karena tiada istri yang tanpa kekurangan).” (Syaikh Mutawalli Sya'rawi)

Tiga Wasiat Habib Umar bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar

Aku berikan dalam perkumpulan ini tiga wasiat... Hendaknya kalian ada hubungan dengan Rasulullah, dengan petunjuknya, dan kesungguhan untuk kelak dibangkitkan bersamanya, di hari dimana digelapkan atau dicerahkan wajah seorang hamba... Wasiat Pertama , yakni berupa bacaan... Bacalah ‘hasbiyallah wa ni’mal wakiil’ tujuh kali pada waktu pagi dan sore... Dengannya kita akan mendapat limpahan anugerah dari Allah, yang telah dikabarkan dalam hadits Rasulullah, “Barangsiapa yang membaca ‘hasbiyallah laa ilaaha illaa huwa ‘alayhi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil ‘adziim’ tujuh kali dipagi dan sore hari, niscaya Allah akan mencukupkan baginya apa-apa yang menyusahkannya , baik percaya atau tidak.” Maka hapalkanlah, dan ajarkanlah kepada keluarga dan sahabatmu tentang ajaran Rasulullah ini... Wasiat Kedua , berupa perbuatan... Jagalah kalian shalat 5 waktu, dan janganlah kalian shalat kecuali berjamaah.. Dalam riwayat disebutkan, niscaya Allah akan memenuhi daratan dan lautan dengan pahala... Wasiat yang Ketiga, berupa suluk (adab).. Hendaknya kalian mempersiapkan diri kalian untuk melihat wajah Nabi kalian, dengan memalingkan pandangan dari apa yang disukai oleh musuh-musuh kalian.. Dan hal-hal itu banyak di internet, di ponsel dan sebagainya... Tolaklah tipuan mereka, dan tipuan mereka sangatlah hina... Dan tidaklah masuk tipuan mereka ke dalam diri kalian kecuali akan mencelakakan, mendzolimi, membuat gelap diri kalian, maka tolaklah semua tipuan ini... Dan jagalah diri kalian, sebab pandangan adalah anak panah Iblis yang terlaknat.. Allah berfirman dalam hadits Qudsiy, “Barangsiapa menahannya karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang bisa dirasakan kelezatannya di dalam hatinya." Maka ambillah tiga wasiat ini... ﺻﻠﻮ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﻦ ﻻ ﻧﺒﻴﺎ ﺑﻌﺪﻩ